Sambangdesa.com / Aceh Tengah - Ketika bencana alam melanda, kekuatan solidaritas komunitas sering kali menjadi perisai terkuat bagi warga yang terdampak. Di Dataran Tinggi Gayo, sebuah inisiatif desa membuktikan bahwa lembaga ekonomi lokal dapat berperan lebih dari sekadar mencari keuntungan.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Tengah belakangan ini telah memicu banjir di beberapa titik, melumpuhkan aktivitas dan mengganggu perekonomian warga. Merespons situasi darurat ini, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pelongohen di Desa Tensaran, Kecamatan Bebesen, bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Langkah ini bukan sekadar aksi amal biasa, melainkan manifestasi dari pengelolaan ekonomi desa yang bertanggung jawab sosial.
Sinergi Laba Usaha dan Kemanusiaan
Keunikan dari bantuan yang disalurkan oleh BUMDes Pelongohen terletak pada sumber pendanaannya. Bantuan tersebut merupakan hasil penyisihan sebagian keuntungan usaha produktif yang dikelola oleh BUMDes. Hal ini menegaskan bahwa BUMDes Pelongohen telah berhasil menyeimbangkan orientasi bisnis dengan misi sosialnya.
"Bantuan ini merupakan wujud komitmen kami dalam mengelola usaha desa. Fokus kami tidak hanya pada peningkatan ekonomi semata, tetapi juga kehadiran nyata untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan," ungkap perwakilan pengurus BUMDes Pelongohen.
Paket bantuan yang didistribusikan difokuskan pada kebutuhan pokok (sembako) yang mendesak. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban harian warga yang akses logistiknya terganggu akibat banjir.
Kolaborasi dengan Baitul Mal Aceh
Dalam aksi solidaritas ini, BUMDes Pelongohen tidak berjalan sendiri. Upaya mereka mendapat dukungan strategis dari Baitul Mal Aceh, lembaga keistimewaan Aceh yang mengelola zakat, infak, dan sedekah.
Kolaborasi antara lembaga ekonomi desa dan lembaga pengelola dana umat ini menciptakan dampak yang lebih luas. Sinergi ini memastikan bahwa jaring pengaman sosial bagi korban bencana dapat terdistribusi dengan lebih efektif dan tepat sasaran. Dukungan Baitul Mal memperkuat kapasitas BUMDes untuk menjangkau warga yang paling membutuhkan di saat krisis.
Harapan Pemulihan Pasca-Bencana
Masyarakat penerima manfaat menyambut hangat inisiatif ini. Di tengah kesulitan pasca-bencana, kehadiran lembaga desa yang peduli memberikan suntikan moral tersendiri bagi warga untuk bangkit.
Warga berharap model kerja sama antara BUMDes dan Baitul Mal ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga dalam fase pemulihan ekonomi masyarakat Aceh Tengah ke depannya.
Aksi BUMDes Pelongohen di Desa Tensaran mengajarkan pelajaran penting tentang ketahanan komunitas. Ketika unit usaha desa tumbuh sehat, ia mampu menjadi sandaran bagi warganya di masa sulit. Ini adalah bukti nyata bahwa ekonomi desa yang kuat adalah fondasi bagi kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.
Social Footer