Sambangdesa.com - Ketika pariwisata global terus berkembang pesat, sejumlah destinasi populer justru menghadapi tantangan baru. Ledakan kunjungan wisatawan, pembangunan berlebihan, hingga naiknya biaya hidup membuat banyak tempat yang dulu memesona kini mulai kehilangan daya tarik aslinya.
Fenomena overtourism—atau kelebihan turis—muncul sebagai salah satu masalah utama di berbagai belahan dunia. Banyak destinasi yang dulunya dikenal sebagai surga budaya dan alam kini bertransformasi menjadi kawasan padat, mahal, dan kehilangan karakter otentiknya.
Berikut adalah sepuluh destinasi yang menurut laporan perjalanan terbaru mulai kehilangan pesonanya akibat tekanan pariwisata yang berlebihan.
1. Venesia, Italia
Kota kanal yang legendaris ini kini harus berjuang menghadapi arus wisatawan yang tak kunjung surut. Lorong-lorong sempit Venesia menjadi penuh sesak, sementara kedatangan kapal pesiar besar mengganggu kehidupan warga lokal dan infrastruktur kota. Pasar terapung dan alun-alun kini terasa lebih komersial, mengurangi nuansa damai yang dulu menjadi daya tarik utama.
2. Mykonos, Yunani
Pulau putih dengan kehidupan malam yang semarak ini semakin padat dan mahal. Geliat turis kelas atas mengubah wajah Mykonos menjadi destinasi ultra-komersial, dengan butik dan bar mewah yang perlahan mengikis sisi otentik pulau.
3. Barcelona, Spanyol
Dikenal dengan arsitektur Gaudi dan pantai indahnya, Barcelona kini menghadapi lonjakan penyewaan jangka pendek dan kenaikan biaya hidup bagi penduduk lokal. Kawasan seperti La Rambla dan Park Güell semakin dipadati turis, sementara kehidupan otentik warga kian terpinggirkan.
4. Dubrovnik, Kroasia
Sebagai lokasi syuting serial populer, kota tua Dubrovnik kini dibanjiri wisatawan kapal pesiar. Jalanan bersejarah yang dulu tenang berubah menjadi kawasan macet, dan banyak bisnis lokal hanya melayani kebutuhan turis, menghilangkan pengalaman sejarah yang intim.
5. Phuket, Thailand
Daya pikat tropis Phuket mulai pudar akibat pembangunan resor skala besar yang mendominasi garis pantai. Kerusakan terumbu karang, penumpukan sampah, dan tergerusnya budaya lokal menjadi isu utama di tengah geliat pariwisata komersial.
6. Cancun, Meksiko
Cancun, magnet wisata musim semi, kini menghadapi tantangan kepadatan dan pembangunan hotel beton yang memadati garis pantai. Budaya lokal semakin terpinggirkan, sementara polusi mulai mengancam ekosistem pesisir.
7. Bali, Indonesia
Pulau Dewata masih dikenal dengan kekayaan budaya dan alamnya, namun pertumbuhan pariwisata tak terkendali membawa sejumlah dampak negatif. Kemacetan, lonjakan harga akomodasi, dan masalah sampah plastik kian terasa di kawasan wisata utama, mengubah beberapa desa menjadi lebih komersial dari otentik.
8. Ibiza, Spanyol
Pulau pesta dunia ini mulai kehilangan karakter tradisionalnya. Dominasi klub malam dan hiburan modern membuat desa-desa tenang di Ibiza ikut tergerus. Pantai-pantai populer pun menghadapi tekanan lingkungan dan kepadatan pengunjung.
9. Santorini, Yunani
Pemandangan kaldera dan matahari terbenam Santorini tetap memesona, namun lonjakan pengunjung membuat pulau ini semakin padat. Jalan-jalan sempit kerap macet saat kapal pesiar berlabuh, mengurangi keintiman dan ketenangan yang dulu ada.
10. Las Vegas, Nevada (AS)
Kota hiburan yang terkenal sepanjang masa ini kini dinilai semakin kehilangan pesona aslinya. Kenaikan biaya dan keramaian berlebih membuat "The Strip" terasa terlalu komersial, sementara pengalaman unik yang dulu membedakan Las Vegas kini semakin pudar.
Menjaga Keberlanjutan Wisata Dunia
Daftar destinasi ini menjadi pengingat penting tentang perlunya pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan. Ketika jumlah pengunjung tak terkendali, lingkungan, budaya, dan pengalaman wisatawan dapat tergerus.
Bagi calon wisatawan, memahami tantangan ini bisa menjadi langkah awal untuk berkontribusi dalam menjaga keaslian dan kelestarian destinasi favorit dunia. Pernahkah Anda mengunjungi salah satu destinasi di atas? Bagikan pengalaman dan pandangan Anda tentang perubahan yang terjadi di tempat-tempat tersebut.

Social Footer