Breaking News

Blanchland: Desa di Inggris yang Membeku dalam Waktu

Sambangdesa.com / Blanchland, Northumberland - Di tengah perbukitan Northumberland yang hijau, tersembunyi sebuah desa yang seolah menolak berlalu bersama waktu. Blanchland, dengan hanya 135 penduduk, menawarkan pengalaman langka: perjalanan kembali ke abad ke-12 tanpa mesin waktu.

Permata Tersembunyi di Jantung Northumberland
Terletak di pinggir Sungai Derwent, Blanchland bukan destinasi wisata yang ramai dibicarakan dalam brosur perjalanan mainstream. Namun justru di sinilah kekuatannya—desa ini mempertahankan keaslian yang hampir mustahil ditemukan di Inggris modern.

Sejak didirikan pada 1165 menggunakan batu dari Biara Blanchland, desa ini hampir tidak mengalami perubahan signifikan. Bangunan-bangunan batu berusia berabad-abad masih berdiri kokoh, jalanan berbatu yang berkelok menghubungkan setiap sudut pemukiman, dan tidak satu pun toko modern terlihat di sini.

Pemandangan perbukitan yang mengelilingi desa menciptakan panorama yang menenangkan, seolah melindungi Blanchland dari hiruk-pikuk dunia luar. Ketika menelusuri jalan setapak berbatu, pengunjung akan merasakan sensasi melangkah mundur ratusan tahun ke masa lalu.

Sejarah Panjang yang Terhubung dengan Prancis
Nama Blanchland sendiri memiliki akar bahasa Prancis—"Blanche" yang berarti "putih". Nama ini diabadikan karena para biarawan Prancis yang bekerja di Biara Blanchland pada masa lampau identik mengenakan jubah berwarna putih.

Biara Blanchland didirikan pada 1165 oleh Walter de Bolbec. Lokasi strategisnya membuat tempat ini menjadi rebutan berbagai pihak sepanjang sejarah. Orang Skotlandia, Viking, Romawi, hingga kelompok perbatasan Reivers pernah berupaya menguasai wilayah ini.

Salah satu momen paling bersejarah terjadi pada 1327 ketika Raja Edward III menggunakan biara ini sebagai tempat persembunyian saat bersiap melawan Skotlandia. Peristiwa ini menandakan betapa pentingnya posisi Blanchland dalam sejarah Inggris.

Kehancuran dan Kebangkitan Kembali
Nasib Biara Blanchland berubah drastis pada 1539 ketika jatuh ke tangan Raja Henry VIII. Dalam periode ini, sebagian besar kompleks biara dihancurkan dan dibongkar. Struktur bangunan yang tersisa diberikan kepada sekutu raja atau dijual kepada kolektor pribadi.

Pondok biara dialihfungsikan menjadi rumah tinggal, sementara gerbang dan struktur lain dijadikan alun-alun desa. Meskipun mengalami kehancuran, esensi arsitektur kuno tetap bertahan.

Titik balik terjadi pada 1704 ketika Lord Crewe membeli perkebunan Blanchland. Setelah wafat pada 1721, ia mewariskan properti ini kepada The Lord Crewe Charity Trust. Sejak saat itu, pemulihan dan perawatan desa dimulai secara bertahap namun konsisten.

Hotel Lord Crewe Arms: Saksi Bisu Sejarah
Salah satu warisan paling berharga dari era pemulihan adalah Hotel Lord Crewe Arms, yang kini menjadi salah satu penginapan tertua di Inggris. Berdiri pada abad ke-12, hotel ini dibangun dengan balok kayu tradisional dan dinding batu asli.

Ciri khas hotel adalah perapian terbuka berukuran besar yang masih berfungsi hingga kini. Tempat ini memiliki nilai sejarah tinggi—pernah menjadi persembunyian Jenderal Tom Forster selama pemberontakan Jacobite tahun 1715.

Berbagai tokoh penting dunia pernah menginap di sini. Penyair legendaris WH Auden menghabiskan Paskah 1930 di hotel ini. Penulis Emily Elizabeth Shaw Beavan juga sempat tinggal dan menulis karya-karyanya sembari suaminya bekerja di Derwent Mines.

Daya Tarik yang Sederhana Namun Menawan
Blanchland tidak menawarkan taman hiburan atau pusat perbelanjaan modern. Justru kesederhanaan inilah yang menjadi magnet utama. Pengunjung datang untuk merasakan atmosfer autentik desa abad pertengahan yang hampir punah di era modern.

Biara Blanchland yang bersejarah tetap menjadi daya tarik utama. White Monk Tea Room (Ruang Teh Biksu Putih) menawarkan pengalaman kuliner otentik dalam suasana kuno. Sekolah di tengah desa, toko lokal dengan kotak pos putih khas, dan setiap sudut bangunan batu menjadi objek yang memanjakan mata.

Sejak 2011, kunjungan wisatawan ke Blanchland mengalami peningkatan signifikan. Mereka yang datang mencari pengalaman berbeda dari destinasi wisata konvensional menemukan jawabannya di desa kecil ini.

Pengakuan sebagai Desa Tercantik di Inggris

Kecantikan Blanchland tidak hanya menarik wisatawan biasa, tetapi juga industri perfilman. Selama bertahun-tahun, desa ini menjadi lokasi syuting berbagai film yang membutuhkan latar abad pertengahan autentik.

Pengakuan paling bergengsi datang dari Jonny dan Hannah, pendiri situs web perjalanan populer Finding Our Adventure, yang memahkotai Blanchland sebagai desa tercantik di Inggris. Penilaian ini didasarkan pada kombinasi sempurna antara keindahan alam, keaslian arsitektur, dan atmosfer yang terjaga dengan baik.

Wisata yang Menghormati Waktu dan Warisan
Blanchland membuktikan bahwa daya tarik pariwisata tidak selalu bergantung pada kemewahan modern atau fasilitas canggih. Kadang, yang paling berharga adalah keaslian, ketenangan, dan kesempatan untuk melepas diri sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan kontemporer.

Desa ini mengajarkan pentingnya pelestarian warisan budaya. Dengan populasi hanya 135 jiwa, komunitas kecil ini berhasil mempertahankan identitas historis mereka selama berabad-abad. Setiap batu, setiap jalanan, setiap bangunan menceritakan kisah tentang ketahanan dan kebanggaan akan masa lalu.

Bagi wisatawan yang mendambakan pengalaman berbeda—di mana waktu terasa melambat dan sejarah terasa hidup—Blanchland menawarkan pelarian sempurna. Di sini, tidak ada gangguan teknologi modern yang berlebihan, tidak ada keramaian yang melelahkan, hanya keindahan sederhana yang abadi.

Refleksi tentang Nilai Keaslian
Keberadaan Blanchland mengajak kita merenungkan pertanyaan penting: dalam era yang terus berubah dengan cepat, seberapa berharga keaslian dan pelestarian warisan? Desa ini membuktikan bahwa ada nilai luar biasa dalam mempertahankan identitas historis tanpa mengorbankannya demi modernisasi.

Bagi mereka yang pernah mengunjungi tempat-tempat bersejarah, pertanyaannya: apakah pengalaman tersebut mengubah perspektif Anda tentang pentingnya pelestarian budaya? Blanchland bukan hanya destinasi wisata—ia adalah bukti hidup bahwa masa lalu dapat hidup berdampingan dengan masa kini, asalkan ada komitmen untuk menjaganya.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close