Sambangdesa.com / Sukabumi - Di tengah upaya memperkuat ekonomi pedesaan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merealisasikan langkah konkret dengan membangun usaha peternakan ayam petelur berkapasitas 1.000 ekor. Inisiatif ini merupakan bagian dari realisasi penyertaan modal desa untuk mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Sekretaris BUMDes Bojongraharja, Revi Hendriyana, menjelaskan bahwa pemilihan usaha peternakan ayam petelur didasarkan pada prospek pasar yang menjanjikan, mengingat kebutuhan telur di masyarakat terus meningkat.
“Penyertaan modal ini kami fokuskan pada sektor produktif yang berkelanjutan. Peternakan ayam petelur dipilih karena mampu menopang ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga desa,” ujar Revi pada Kamis (15/1/2026).
Saat ini, pembangunan kandang dan sarana pendukung lainnya telah dimulai, termasuk pengadaan bibit ayam, pakan, dan perlengkapan operasional. Dengan kapasitas 1.000 ekor ayam, BUMDes menargetkan produksi telur dapat mencukupi kebutuhan lokal dan bahkan dipasarkan ke wilayah sekitar.
Sekretaris Desa (Sekdes) Bojongraharja, Denden Abdul Muis, mengungkapkan bahwa penyertaan modal untuk proyek ini mencapai Rp306.400.000 yang bersumber dari anggaran tahun 2025. Lokasi peternakan strategis dipilih di Kampung Sedamukti.
Denden mengapresiasi pengelolaan dana yang dilakukan secara transparan dan produktif oleh BUMDes. Ia berharap inisiatif ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan desa, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata.
“Melalui program ketahanan pangan ini, kami berharap dapat menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Bojongraharja,” tegasnya.
Langkah BUMDes Bojongraharja dalam mengembangkan peternakan ayam petelur menjadi bukti nyata bagaimana desa dapat mengelola potensi lokal untuk kemandirian ekonomi. Dengan dukungan anggaran yang tepat sasaran dan manajemen yang transparan, program ini diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Social Footer