Breaking News

Inovasi Desa Kerkep Perkuat Ketahanan Pangan

Sambangdesa.com / Kediri - Di Desa Kerkep, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, upaya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) kini mendapat angin segar lewat pengelolaan peternakan bebek petelur. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah desa dalam menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Peternakan bebek yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kerkep telah berjalan selama sekitar empat bulan. Dengan populasi mencapai 500 ekor bebek—80 persennya sudah produktif—peternakan ini mampu menghasilkan hampir 400 butir telur setiap hari.

Kepala Desa Kerkep, Bondhan Wijokangko, menjelaskan bahwa pemilihan usaha peternakan bebek didasarkan pada pengalaman salah satu perangkat desa yang telah lama berkecimpung di bidang ini. Selain itu, studi banding ke kecamatan lain yang sukses mengembangkan peternakan bebek, seperti Kepung dan Kandat, turut menginspirasi program ini.

Tiga anggota BUMDes bertanggung jawab atas operasional peternakan, mulai dari perawatan hewan hingga proses panen telur. Sebagian telur yang dihasilkan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi telur asin melalui proses khusus yang memakan waktu sekitar dua minggu. Proses tersebut mencakup pembersihan, pembalutan telur dengan campuran bata merah dan garam, hingga tahap pematangan.

Telur bebek dijual ke tukang sayur, warung-warung, serta disuplai untuk dua SPPG di Kediri. Harga telur bebek dipatok Rp2.000 per butir, sementara telur asin dijual seharga Rp3.000 per butir. Permintaan yang tinggi bahkan membuat hasil panen kerap kali tidak mencukupi kebutuhan pasar.

Untuk mendukung operasional, BUMDes Kerkep telah membangun kandang bebek berukuran 8 x 24 meter dan gudang penyimpanan sekaligus ruang produksi telur seluas 6 x 8 meter. Selain itu, fasilitas pendukung seperti kamar mandi dan pengadaan bibit bebek juga disiapkan. Total anggaran yang dikeluarkan untuk proyek ini mencapai sekitar Rp200 juta.

Meskipun peternakan telah berjalan lancar, Kepala Desa Bondhan mencatat adanya tantangan terkait masa produktif bebek petelur, yang umumnya hanya bertahan hingga usia 6-8 bulan. Untuk itu, perencanaan regenerasi populasi dan inovasi produk menjadi fokus berikutnya agar usaha tetap berkelanjutan.

Peternakan bebek Desa Kerkep membuktikan bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu mendongkrak pendapatan desa serta memperkuat ketahanan pangan. Dengan kolaborasi BUMDes dan pemerintah desa, inisiatif ini membuka peluang kerja, menambah sumber penghasilan, dan menjadi model inspiratif bagi desa lain yang ingin mengembangkan ekonomi kreatif berbasis agribisnis. Inovasi Desa Kerkep Perkuat Ketahanan Pangan

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close