Sambangdesa.com / Boyolali - Desa kini tak lagi sekadar menjadi penonton dalam roda ekonomi nasional. Dalam kunjungannya ke Boyolali baru-baru ini, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa harus diwujudkan melalui langkah konkret. Salah satu strategi utamanya adalah mendorong pelaku usaha di tingkat desa agar mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Pemerintah, menurut Yandri, terus memetakan produk unggulan desa secara nasional. Pemetaan ini tidak hanya bertujuan mengidentifikasi potensi, tetapi juga menemukan solusi atas kendala pemasaran yang selama ini sering menjadi hambatan bagi pelaku usaha desa, meskipun produk mereka memiliki kualitas yang kompetitif.
“Ini adalah cara konkret membangun dari desa dan dari bawah, untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, sekaligus pemberantasan kemiskinan,” ujar Yandri. Ia menegaskan komitmen serius pemerintah dalam mendampingi desa, termasuk melalui pembentukan desa ekspor, desa wisata, pengembangan koperasi Merah Putih, serta penguatan koneksi dengan berbagai program nasional dan rantai pasok.
Yandri menyampaikan bahwa produk-produk unggulan desa bukan hanya menjadi pintu untuk memperkenalkan potensi lokal, tetapi juga menegaskan peran desa sebagai penggerak utama ekonomi nasional. Desa tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan sebagai aktor utama dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Ia mencontohkan sejumlah pencapaian, seperti keberhasilan beberapa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mampu meraih pendapatan hingga puluhan miliar rupiah per tahun, serta desa wisata yang mencatat omzet miliaran rupiah. Untuk mendukung pemasaran, Kementerian Desa telah menjalin kolaborasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Perdagangan dan Badan Gizi Nasional.
Penunjukan Jawa Tengah sebagai tuan rumah Hari Desa Nasional 2026, menurut Yandri, menjadi bukti bahwa banyak desa di provinsi ini telah maju dan mandiri, didukung penuh oleh pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan kunci agar desa-desa di seluruh Indonesia benar-benar dapat naik kelas dan memainkan peran strategis dalam ekonomi nasional.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pihak inilah yang menjadi kunci agar desa-desa di Indonesia bisa benar-benar naik kelas,” pungkas Yandri.
Transformasi ekonomi desa menjadi prioritas pemerintah untuk mewujudkan pertumbuhan yang merata dan berkelanjutan. Melalui pengembangan produk unggulan, penguatan jejaring pemasaran, kolaborasi lintas sektor, dan dukungan penuh dari berbagai pihak, desa-desa Indonesia kini bergerak menjadi motor utama pembangunan nasional. Pengalaman ini mengajak semua pihak untuk terus mendorong desa menjadi pusat inovasi serta pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Social Footer