Breaking News

Desa Didorong Jadi Motor Ekonomi Nasional

Sambangdesa.com / Batam – Di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mengajak para bupati dan kepala daerah untuk mengoptimalkan potensi desa. Seruan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Rakernas Apkasi) yang digelar di Batam, Selasa (20/1/2026), dan dihadiri sekitar 160 bupati dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Yandri menyoroti peran strategis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Ia mencontohkan keberhasilan berbagai desa yang telah berkembang menjadi desa ekspor dan desa wisata berkat program BUMDes. “Setiap daerah memiliki potensi unik yang bisa dikembangkan. Ada desa tematik seperti desa nila, desa lele, desa ayam petelur, dan desa jagung. Kunci keberhasilannya terletak pada kolaborasi antara BUMDes dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) juga menegaskan komitmen untuk mendukung kebutuhan desa, mulai dari permodalan, pemasaran, pendampingan, hingga pemberdayaan masyarakat. Salah satu program unggulan yang kini diperkuat adalah Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), yang telah menjangkau 1.110 desa di seluruh Indonesia.

“Bantuan yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp300 juta hingga Rp400 juta per desa. Melalui program ini, sejumlah desa telah berhasil menembus pasar ekspor,” papar Menteri Yandri. Ia mencontohkan keberhasilan desa binaan di Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang kini rutin mengekspor komoditas seperti kopi, vanili, dan kemiri ke Australia.

Terkait dengan isu pemotongan dana desa, Menteri Yandri menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak melakukan pengurangan anggaran. Perubahan yang dilakukan hanya pada pola pengelolaan dan pemanfaatan dana agar lebih produktif dan tepat sasaran. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah Koperasi Desa Merah Putih, yang diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi di tingkat desa.

“Dana desa tidak dipotong, hanya manajemennya diubah agar lebih efektif membangun sirkulasi ekonomi di desa. Semua manfaatnya akan kembali kepada masyarakat desa,” tegasnya.

Upaya pemerintah dalam menggerakkan potensi desa melalui BUMDes, program TEKAD, dan penguatan koperasi menjadi langkah nyata menuju ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing. Keberhasilan desa-desa ekspor di berbagai daerah menjadi bukti bahwa kolaborasi dan inovasi dapat membawa perubahan signifikan.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close