![]() |
| Sebuah desa di Sichuan, China, mengalami mati lampu 10 jam setelah drone pembawa babi tersangkut di kabel listrik. / Gamabar: Ilustrasi |
Kejadian ini bermula dari upaya seorang petani yang ingin mengangkut ternaknya ke rumah penjagalan. Namun, alih-alih menggunakan kendaraan darat, ia memilih menggunakan drone sebagai alat transportasi. Sayangnya, rencana tersebut berakhir kacau ketika drone yang membawa babi tersebut tersangkut di kabel listrik, seperti dilaporkan oleh The Sun pada Sabtu (7/2/2026).
Babi itu akhirnya tergantung beberapa meter di atas tanah, menciptakan pemandangan aneh yang membuat warga sekitar terkejut.
Petani tersebut menjelaskan bahwa desanya terletak di wilayah terpencil, sehingga sulit mengangkut ternak menggunakan kendaraan. Untuk itu, ia mencoba pendekatan yang tidak biasa dengan memanfaatkan drone untuk memindahkan babi ke rumah penjagalan. Namun, keterbatasan penglihatan dan perhitungan yang kurang matang membuat drone tersebut gagal mencapai tujuan. Insiden ini bahkan membuat rencana untuk mengangkut 10 babi lainnya pada hari yang sama terpaksa dihentikan.
Setelah insiden tersebut, perusahaan listrik setempat segera mengerahkan 12 pekerja untuk memperbaiki jaringan listrik yang rusak. Meski demikian, aliran listrik di desa tersebut tetap terputus selama 10 jam. “Biaya perbaikan mencapai 10.000 yuan (setara Rp24,3 juta),” ungkap perwakilan perusahaan listrik.
Pihak berwenang yang menyelidiki kejadian ini mengonfirmasi bahwa petani tersebut telah melanggar regulasi zona larangan terbang. Saat ini, mereka masih mengumpulkan bukti terkait insiden tersebut. “Jika petani itu dinyatakan bersalah, ia akan menghadapi penalti administratif dan diwajibkan memberikan kompensasi atas kerusakan infrastruktur listrik,” ujar pejabat yang terlibat dalam investigasi.
Penggunaan drone di daerah pedesaan China memang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, fungsi utamanya biasanya terbatas untuk kegiatan agrikultur, seperti mengawasi ladang, menyemprot pestisida, atau membantu penanaman. Pengangkutan hewan ternak menggunakan drone, seperti yang dilakukan oleh petani di Sichuan ini, dianggap tidak lazim dan berisiko tinggi.
Insiden "babi terbang" ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian dalam memanfaatkan teknologi, terutama di luar fungsi utamanya. Meski inovasi seperti penggunaan drone dapat membantu mengatasi tantangan logistik di daerah terpencil, perencanaan yang matang dan kepatuhan terhadap regulasi tetap menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Social Footer