Sambangsesa.com / Pacitan – Kunjungan kerja Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Ir. Ahmad Riza Patria, M.B.A., menjadi momentum penting bagi Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan. Pada hari Minggu tersebut, secara resmi beliau meresmikan program PESONA (Pusat Edukasi Pengelolaan Sampah, Obyek Wisata, dan Greenhouse), sebuah inovasi desa yang menggabungkan pengembangan potensi lokal dengan pendekatan lingkungan berkelanjutan.
Acara peluncuran yang digelar di Balai Wisata Congot Ndaki Sumberejo ini dihadiri oleh seluruh pelaku pembangunan desa se-Kecamatan Sudimoro, mulai dari kepala dan perangkat desa, pelaku pemberdayaan masyarakat, hingga pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Turut hadir pula perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pacitan yang menangani lingkungan hidup, pariwisata, pertanian, serta pemberdayaan masyarakat.
Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa program PESONA bisa menjadi model pemberdayaan desa berbasis lingkungan dan wisata edukasi. “Desa harus berani berinovasi, menggerakkan ekonomi lokal tanpa kehilangan semangat gotong royong,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara desa, BUMDesa, TPS3R, dan masyarakat sebagai kunci sukses pengelolaan sampah dan pengembangan wisata ramah lingkungan.
“Utamakan senyum kepada pengunjung dan manfaatkan greenhouse sebagai media untuk menghasilkan produk terbaik,” tambahnya, “Dengan kecerdasan dan kerja keras, seluruh potensi desa dapat berkembang sesuai program strategis Presiden Prabowo.”
Program PESONA dirancang sebagai pusat edukasi yang memadukan pengelolaan sampah modern melalui TPS3R, pengembangan objek wisata desa, dan pengelolaan greenhouse sebagai sumber produksi pertanian lokal. Konsep terpadu ini bertujuan menciptakan kawasan belajar sekaligus destinasi wisata yang bermanfaat bagi masyarakat setempat dan menarik pengunjung dari luar daerah.
Kepala Desa Sumberejo menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Wakil Menteri Desa dan seluruh tamu undangan. “Semangat kami mengembangkan PESONA lahir dari kebutuhan masyarakat untuk lingkungan lebih bersih, ruang wisata menarik, dan peluang ekonomi baru yang dapat dikelola bersama BUMDesa dan kelompok masyarakat,” ujarnya.
Perwakilan Bupati Pacitan memberikan dukungan penuh terhadap program ini, menilai Sumberejo memiliki potensi besar menjadi desa percontohan pengelolaan sampah terintegrasi sekaligus pengembangan wisata edukatif. Sinergi antara OPD dan pemerintah desa akan terus diperkuat dengan pembinaan, pelatihan teknis, dan kegiatan berkelanjutan.
Kepala Desa juga menyampaikan apresiasi terhadap peran Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Pacitan, mulai dari Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa (PD), hingga Tim Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM), yang mendukung persiapan dan pelaksanaan acara.
Dengan diluncurkannya PESONA, diharapkan masyarakat Sumberejo semakin termotivasi menjaga kebersihan lingkungan, memaksimalkan potensi alam, serta menciptakan inovasi ekonomi yang berdampak luas. Kunjungan Wakil Menteri Desa ini menjadi pemantik bagi Kecamatan Sudimoro untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan desa, menjadikan Sumberejo ikon desa berdaya, bersih, dan berwawasan lingkungan di Pacitan.
Acara diakhiri dengan peluncuran resmi program PESONA oleh Wakil Menteri Desa, serta pemberian cinderamata khas Pacitan berupa Wayang Beber dari perwakilan Pemda Kabupaten Pacitan.
Program PESONA di Desa Sumberejo merupakan contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah, pengembangan wisata edukatif, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam menciptakan desa yang berkelanjutan dan mandiri. Dukungan berbagai pihak dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan inovasi ini, sekaligus memberi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia.

Social Footer