| Warga RT 036 Samarinda memanfaatkan jerigen bekas untuk hidroponik, menciptakan ketahanan pangan berbasis lingkungan. |
Pelatihan yang digelar pada Minggu (15/2) di Musholla Al Ikhlas ini diikuti oleh puluhan warga. Kegiatan tersebut merupakan inisiatif pengurus RT sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat di tingkat lingkungan.
Sekretaris Lurah Sungai Keledang, yang hadir membuka acara, memberikan apresiasi atas langkah mandiri warga RT 036. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya mendukung upaya pemerintah dalam mendorong ketahanan pangan keluarga, tetapi juga sejalan dengan program pengurangan sampah plastik.
“Pemerintah kelurahan sangat mendukung kegiatan seperti ini. Inisiatif RT 036 bisa menjadi contoh bagi wilayah lain, terutama dalam memadukan ketahanan pangan dengan kepedulian lingkungan,” ujarnya.
Dengan program ini, warga diharapkan dapat mengoptimalkan lahan terbatas di sekitar rumah untuk menanam bahan pangan yang bermanfaat bagi kebutuhan harian mereka.
Ketua RT 036 sekaligus Ketua Panitia, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mengubah cara pandang warga terhadap limbah rumah tangga. Jerigen bekas, yang sebelumnya dianggap sebagai sampah, kini dimanfaatkan menjadi sarana produktif untuk bercocok tanam.
“Kami ingin warga tetap bisa menanam meski lahannya terbatas. Dengan jerigen bekas dan sistem hidroponik, kebutuhan dapur bisa ditanam sendiri di rumah. Ini bagian dari upaya menghijaukan lingkungan RT,” ujar Taufik.
Sistem Dutch bucket dipilih karena kesederhanaannya dan kemampuannya untuk diterapkan di ruang yang sempit. Masyarakat dapat menanam berbagai jenis sayuran seperti cabai, tomat, atau kangkung, yang langsung bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata warga RT 036 dalam membantu mewujudkan kemandirian pangan berbasis lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, warga tidak hanya mengurangi jumlah sampah plastik, tetapi juga menciptakan solusi untuk kebutuhan pangan yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi wilayah lain untuk menjalankan program serupa, terutama di perkotaan yang menghadapi keterbatasan lahan. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, ketahanan pangan lokal dapat dibangun dengan cara yang lebih ramah lingkungan.
Inisiatif warga RT 036 Kelurahan Sungai Keledang menunjukkan bahwa kemandirian pangan dapat diwujudkan dengan kreativitas dan kepedulian lingkungan. Hidroponik berbasis limbah rumah tangga menjadi solusi sederhana namun efektif dalam menghadapi tantangan keterbatasan lahan dan pengelolaan sampah.
Social Footer