Breaking News

Tri Mumpuni: Lentera dari Pelosok Negeri, Wanita Inspiratif di Balik Terangnya Desa-Desa Terpencil

Tri Mumpuni: Lentera dari Pelosok Negeri
Kisah inspiratif Tri Mumpuni, wanita yang membawa listrik ke pelosok negeri dan dipuji Barack Obama. Perjuangannya menjadi simbol harapan ribuan desa. / Foto: Ist.
Sambangdesa.com – Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan selebriti, nama Tri Mumpuni mungkin jarang terdengar. Namun, bagi dunia, ia adalah sosok luar biasa yang telah menyalakan harapan di tempat-tempat yang gelap, jauh dari jangkauan kabel PLN. Wanita kelahiran Semarang ini dikenal sebagai tokoh yang membawa listrik ke pelosok negeri melalui inovasi dan kerja keras tanpa pamrih.

Perjuangan Tri Mumpuni tidak hanya diakui di Tanah Air, tetapi juga mendapat pengakuan internasional. Pada tahun 2010, dalam acara Presidential Summit on Entrepreneurship di Washington, Presiden Amerika Serikat saat itu, Barack Obama, secara khusus menyebut namanya di hadapan para pemimpin dunia. Obama memuji Tri Mumpuni sebagai wirausahawan sosial yang berhasil membangun ekonomi desa melalui kemandirian energi.

Pujian dari Gedung Putih itu membawa perhatian global terhadap upaya Tri Mumpuni, yang tak hanya membangun pembangkit listrik, tetapi juga memberdayakan masyarakat desa yang selama ini terisolasi.

Perjuangan Tri Mumpuni dimulai dari keprihatinannya melihat banyak desa di Indonesia yang memiliki sumber daya air melimpah, namun tetap hidup dalam kegelapan pada malam hari. Bersama suaminya, ia mendirikan organisasi IBEKA (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) yang fokus membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

Tri Mumpuni bukan ilmuwan yang hanya bekerja di balik meja. Ia dikenal dengan dedikasinya yang luar biasa, termasuk berjalan kaki hingga sembilan jam menembus hutan demi mencapai desa terpencil. Tinggal berhari-hari bersama warga untuk mengedukasi mereka tentang perawatan mesin pembangkit listrik.

Menjaga integritasnya dengan menolak terlibat dalam politik, meskipun banyak tawaran untuk bergabung dengan partai politik.

Bagi Tri Mumpuni, menyediakan listrik bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu gerbang menuju kemajuan peradaban. Dengan adanya listrik, warga desa bisa memulai usaha kecil, anak-anak bisa belajar di malam hari, dan ekonomi desa menjadi lebih mandiri.

Hingga saat ini, lebih dari 65 desa terpencil di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, telah diterangi berkat perjuangannya. Tak hanya itu, inovasinya dalam teknologi mikrohidro kini juga digunakan untuk membantu negara-negara di Afrika, seperti Kenya dan Rwanda, yang menghadapi tantangan serupa.

Meskipun telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, seperti Ashden Awards dan termasuk dalam daftar 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia, Tri Mumpuni tetap hidup sederhana. Ia pernah mengingatkan masyarakat tentang "dosa sosial" yang sering terabaikan.

“Berlebihan dalam membeli barang-barang mewah adalah sebuah dosa sosial, sementara masih banyak saudara kita yang hidup dalam gelap tanpa listrik atau kelaparan,” katanya. Ucapannya ini menjadi refleksi bagi banyak orang untuk lebih peduli terhadap sesama.

Kisah hidup Tri Mumpuni adalah bukti nyata bahwa satu orang dengan keberanian dan tekad yang kuat dapat menjadi perubahan besar bagi ribuan kehidupan. Ia bukan sekadar "malaikat terang" yang menyalakan lampu di desa-desa terpencil, tetapi juga simbol harapan bagi masa depan yang lebih baik.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close