![]() |
| Tarhib Ramadhan adalah tradisi menyambut bulan suci dengan hati yang lapang. Temukan amalan dan persiapan optimal untuk menjalani Ramadhan penuh berkah. / Gambar: Diskominfo Aceh |
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, awal Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Februari 2026. Namun, tanggal resmi akan ditetapkan melalui sidang isbat yang dijadwalkan pada 17 Februari 2026.
Menurut Kementerian Agama (Kemenag), istilah tarhib berasal dari bahasa Arab yang bermakna "melapangkan" atau "meluaskan". Secara istilah, Tarhib Ramadhan menggambarkan sikap umat Islam yang menyambut datangnya bulan suci dengan hati yang lapang, penuh kebahagiaan, serta kesiapan fisik dan spiritual untuk menjalankan ibadah puasa.
Dalam kitab Lathaif Al-Ma'arif, Ibnu Rajab menjelaskan bahwa umat Islam dianjurkan menyambut Ramadhan dengan rasa gembira. Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, di mana Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kepada kamu sekalian untuk berpuasa. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka Jahanam dikunci, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka siapa yang tidak berusaha untuk mendapatkan kebaikannya, maka luputlah semua kebaikannya.” (Muttafaq 'Alaih)
Amalan untuk Menyambut Ramadhan
Tarhib Ramadhan bukan sekadar tradisi, tetapi juga momentum untuk mempersiapkan diri agar lebih siap menyambut bulan penuh berkah. Berikut adalah beberapa amalan yang dapat dilakukan:
1. Mengqadha Puasa yang Tertinggal
Bagi umat Islam yang memiliki utang puasa dari Ramadhan sebelumnya, dianjurkan untuk segera mengqadha sebelum memasuki Ramadhan berikutnya. Terutama bagi wanita yang meninggalkan puasa karena haid, sebagaimana dijelaskan Aisyah RA: “Kami pernah dalam keadaan haid di masa Rasulullah SAW masih hidup, maka beliau menyuruh kami untuk mengqadha puasa yang tertinggal dan tidak disuruh untuk mengqadha sholat.” (HR Bukhari dan Muslim)
Aisyah RA juga menuturkan bahwa bulan Syaban merupakan waktu yang tepat untuk melunasi utang puasa.
2. Memperdalam Ilmu Tentang Puasa
Umat Islam dianjurkan untuk mempelajari hukum, tata cara, dan ketentuan syariat yang berkaitan dengan ibadah puasa. Memahami keutamaan Ramadhan juga menjadi bagian penting dari persiapan spiritual, sebagaimana disebutkan: “Barang siapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barang siapa menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu.” (HR Ahmad)
3. Memperbanyak Doa dan Istighfar
Menjelang Ramadhan, memperbanyak doa menjadi salah satu amalan yang dianjurkan untuk memohon keberkahan. Salah satu doa yang dapat dibaca adalah: Arab Latin: Allahumma sallimni ila Ramadhan, wa sallim li Ramadhan wa tasallamhu minni mutaqabbalan. Artinya: Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, serta terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan. (Lathaif Al-Ma'arif, hlm. 264)
Selain itu, memperbanyak istighfar dan melakukan muhasabah atau evaluasi diri menjadi langkah penting untuk mempersiapkan hati dan jiwa yang lebih bersih.
4. Menjaga Kesehatan Fisik
Kesehatan fisik yang optimal akan sangat membantu dalam menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya selama Ramadhan. Pola makan bergizi, istirahat yang cukup, dan olahraga ringan menjadi bagian penting dari persiapan fisik ini. Rasulullah SAW bersabda: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla daripada mukmin yang lemah.” (HR Muslim)
Berikut adalah beberapa aspek persiapan fisik, spiritual, dan mental yang dapat dilakukan menjelang Ramadhan:
Aspek Persiapan
1. Fisik: Menjaga kesehatan, konsumsi makanan bergizi, dan istirahat yang cukup.
2. Spiritual: Memperdalam ilmu agama, membayar utang puasa, memperbanyak doa dan istighfar.
3. Mental :Melapangkan hati dan mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Tarhib Ramadhan bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk kesiapan umat Islam untuk menyambut bulan suci dengan hati yang lapang dan semangat beribadah yang optimal. Dengan mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual, umat Islam diharapkan dapat menjalani Ramadhan dengan penuh keberkahan dan makna.
Apakah kita sudah siap menyambut Ramadhan dengan sepenuh hati? Mari jadikan momen ini sebagai langkah menuju keberkahan dan kebahagiaan yang hakiki.

Social Footer