| Menko PM Muhaimin Iskandar menyoroti pentingnya pemberdayaan desa untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%. / foto: APUDSUI |
Hal tersebut disampaikan Muhaimin dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) dan Village Economic Talk di Jakarta, Sabtu (14/2/2026). Ia menjelaskan bahwa selama ini program pengentasan kemiskinan sering kali tidak berjalan optimal akibat pendekatan yang bersifat parsial dan kurang terpadu.
“Pak Prabowo telah menciptakan strategi baru, pendekatan baru dari bawah dengan tata kelola yang lebih baik. Paradigma pemberdayaan inilah yang menjadi fokus,” ujar Muhaimin seperti dikutip InfoPublik, Minggu (15/2/2026).
Dalam forum tersebut, Muhaimin juga menyoroti optimisme Presiden Prabowo Subianto terkait target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang disampaikan pada Indonesia Economic Outlook 2026. Untuk mencapai target tersebut, ia menekankan bahwa penguatan fondasi ekonomi dari desa menjadi langkah yang sangat penting.
“Keberanian menetapkan target tinggi harus dibarengi dengan penguatan ekonomi desa. Desa adalah fondasi ekonomi nasional,” ujarnya.
Muhaimin menekankan bahwa pembangunan desa harus dilakukan secara menyeluruh, tidak parsial. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha, termasuk APUDSI, menjadi elemen penting untuk menciptakan ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.
Beberapa langkah strategis yang diusulkan oleh Menko PM mencakup Penguatan inkubasi usaha desa untuk mendukung pertumbuhan bisnis lokal, Peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan dan pendampingan, Akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau bagi pelaku usaha desa, dan Perluasan pasar melalui omni-channel untuk memasarkan produk desa secara digital maupun fisik.
Ekspansi global produk desa agar produk lokal dapat bersaing di pasar internasional. Muhaimin juga menyoroti pentingnya percepatan penguasaan teknologi untuk meningkatkan daya saing desa. Menurutnya, investasi pada teknologi yang tepat dapat membantu desa mengejar ketertinggalan dan mendorong inovasi.
“Kalau kita tidak segera berinvestasi dalam teknologi, kita akan semakin tertinggal. Di sisi lain, kita juga harus menunggu munculnya teknologi-teknologi tepat guna dari dalam negeri,” tegasnya.
Dalam penutupannya, Muhaimin menyampaikan komitmen Kemenko PM untuk terus berkolaborasi dengan APUDSI dalam membangun desa yang maju dan sejahtera. Ia mengajak seluruh pihak terkait untuk melanjutkan langkah-langkah strategis demi menciptakan Indonesia yang lebih adil, makmur, dan berdaulat secara ekonomi.
“Mari kita teruskan upaya ini. Desa yang maju dan sejahtera adalah fondasi bagi Indonesia yang adil dan makmur,” tutupnya.
Pendekatan baru dalam pemberdayaan desa yang digagas pemerintah menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan langkah strategis yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, upaya ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Apakah langkah ini akan berhasil membawa desa-desa Indonesia menjadi motor penggerak ekonomi nasional? Waktulah yang akan menjawab.
Social Footer