| Kekeringan panjang membuat Desa Tirpo di Togean, Tojo Una-Una, kesulitan air bersih. Warga bergotong royong menggali sumur lama untuk bertahan. |
Sejumlah sumur yang sebelumnya menjadi andalan masyarakat kini tak lagi mengeluarkan air. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa menggali kembali sumur lama yang telah lama tertutup. Namun, proses ini dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya.
“Kami tidak punya pilihan lain. Kalau sumur ini tidak digali lagi, kami tidak punya air untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Fikar, salah satu warga Desa Tirpo, kepada TribunPalu.com, Minggu (15/2/2026).
Dalam upaya mendapatkan air, warga Desa Tirpo bergotong royong menggali sumur-sumur yang telah lama tidak digunakan. Mereka turun langsung ke dasar sumur yang dipenuhi lumpur, mengangkat endapan tanah menggunakan ember dan alat sederhana lainnya.
Air yang berhasil dikumpulkan dari dasar sumur dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga keperluan lainnya. Namun, pasokan air yang dihasilkan sering kali tidak mencukupi, terutama untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga desa.
Kondisi ini menjadi tantangan berat, terutama karena keterbatasan akses terhadap sumber air bersih alternatif. Hingga kini, warga masih mengandalkan upaya swadaya untuk mengatasi kekeringan yang melanda desa mereka.
Masyarakat Desa Tirpo berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk menyediakan solusi jangka panjang dalam mengatasi krisis air bersih. Salah satu solusi yang diharapkan adalah pembangunan sumur bor atau fasilitas penyediaan air bersih permanen yang dapat digunakan secara berkelanjutan.
Dengan adanya langkah konkret dari pemerintah, warga berharap dampak kekeringan serupa dapat diminimalkan di masa mendatang. Saat ini, meski berada dalam situasi sulit, semangat gotong royong warga tetap terjaga sebagai bentuk solidaritas menghadapi tantangan bersama.
Krisis air bersih yang melanda Desa Tirpo menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur penyediaan air bersih yang memadai, terutama di wilayah rentan kekeringan seperti Kecamatan Togean. Meski warga telah menunjukkan semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan ini, dukungan dari pemerintah sangat diperlukan untuk memberikan solusi jangka panjang.
Social Footer