Breaking News

Blangikhan: Tradisi Lampung Sambut Ramadhan, Ritual Penyucian Diri yang Penuh Makna

Blangikhan: Tradisi Lampung Sambut Ramadhan
Blangikhan, tradisi adat Lampung untuk menyambut Ramadhan, melambangkan penyucian diri dan keharmonisan.
Sambangdesa.com / Lampung — Blangikhan, atau dikenal juga sebagai blangiran, adalah salah satu tradisi adat masyarakat Lampung yang dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Ritual ini melambangkan penyucian diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan penuh berkah.

Tradisi ini tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi juga mengandung filosofi mendalam yang diwariskan secara turun-temurun. Pada tahun 2019, Blangikhan ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dengan kategori adat istiadat, ritual, dan perayaan.

Blangikhan berasal dari kata langir, yang berarti mandi. Namun, mandi dalam konteks tradisi ini memiliki makna yang lebih luas sebagai simbol pembersihan diri dan tolak bala. Ritual ini dilakukan oleh masyarakat Lampung sebagai persiapan spiritual untuk memasuki bulan Ramadhan dengan hati yang bersih dan pikiran yang tenang.

Awal mula tradisi Blangikhan berasal dari kebiasaan masyarakat Lampung yang mandi di sungai sebagai bentuk penyucian diri. Kebiasaan ini kemudian berkembang menjadi adat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tradisi Blangikhan memiliki makna yang mendalam. Selain sebagai simbol pembersihan diri dari sifat buruk, ritual ini juga menjadi tanda kesiapan hati untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Lampung, seperti silaturahmi, gotong royong, dan keharmonisan. Blangikhan juga mencerminkan penghormatan terhadap alam, terlihat dari penggunaan air yang berasal dari tujuh mata air atau sungai berbeda, yang melambangkan penyatuan dan keseimbangan.

Menurut laman resmi Pemerintah Provinsi Lampung, prosesi Blangikhan dilakukan dengan beberapa tahapan yang penuh makna. Berikut ini adalah tahapan utama yang dilakukan dalam ritual ini:

1. Persiapan Perlengkapan
Perlengkapan utama yang digunakan dalam Blangikhan meliputi:
a. Air langir: Air yang berasal dari tujuh sungai di sekitar tempat pelaksanaan. Air ini diambil dua hari sebelum acara berlangsung. b.
c. Bunga tujuh rupa
d. Daun pandan
e. Setanggi

2. Prosesi Iring-Iringan
Acara dimulai dengan prosesi iring-iringan yang melintasi ruas jalan di Kota Bandar Lampung. Peserta menggunakan Kereta Kencana, menambah nuansa sakral tradisi ini sebagai simbol penyucian diri.

3. Ritual Utama
Ritual dimulai dengan pembacaan doa oleh tetua adat. Selanjutnya, kendi berisi air langir dan bunga dipecahkan sebagai simbol dimulainya prosesi. Setelah itu, air langir, tangkai padi, dan bunga setaman disiramkan ke kepala puluhan muli mekhanai (pemuda-pemudi Lampung) sebagai simbolis pembersihan diri.

Para muli mekhanai kemudian melanjutkan ritual dengan mandi bersama di kolam atau sungai, sebagai bentuk penyucian lahir dan batin.

Meski zaman terus berubah, Blangikhan tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Lampung. Tradisi ini tidak hanya menjadi penghubung dengan leluhur, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai spiritual dan sosial yang relevan hingga saat ini.

Blangikhan mengingatkan masyarakat untuk melambat sejenak, membersihkan hati, dan mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum menyambut Ramadhan. Ritual ini juga memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat, di mana keluarga, tetangga, dan komunitas berkumpul dalam semangat gotong royong.

Tradisi Blangikhan adalah cerminan kekayaan budaya dan spiritual masyarakat Lampung. Dari penggunaan air langir hingga prosesi mandi bersama, ritual ini mengajarkan makna mendalam tentang pentingnya penyucian diri, penghormatan terhadap alam, dan persiapan menyambut bulan suci.

Di tengah modernisasi, Blangikhan tetap relevan sebagai pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya dan nilai-nilai kebersamaan. Apakah tradisi ini dapat terus hidup di masa depan? Semua tergantung pada bagaimana masyarakat merawat dan melestarikannya.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close