![]() |
| Sumber: Pribadi |
Mengusung tema kekinian, "Membingkai Positif Wajah Indonesia di Tengah Arus Media Digital", Dr. Eric mengajak kaum muda Pamekasan untuk menjadi garda terdepan dalam perang narasi global.
Dalam paparan santainya, Dr. Eric menantang para content creator dan influencer lokal yang hadir untuk tidak sekadar menjadi konsumen pasif. Ia menekankan bahwa di era digital, wajah Indonesia di mata dunia tidak lagi hanya ditentukan oleh diplomat di luar negeri, melainkan oleh jempol dan kreativitas anak mudanya di media sosial.
"Hari ini kita berkumpul di Cafe D' Almuna bukan cuma buat ngopi, tapi menyamakan frekuensi. Kalian adalah 'Diplomat Digital' bangsa ini. Setiap konten positif yang kalian unggah tentang budaya Madura, tentang kerukunan, tentang prestasi anak muda, itu adalah cara kalian mengamalkan Empat Pilar. Mari kita ubah kebiasaan scroll tanpa henti menjadi aksi bikin konten yang bernilai," ujar Dr. Eric yang disambut antusias peserta.
Dr. Eric, yang memiliki latar belakang akademisi, menjelaskan relevansi Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika) di ruang maya. Menurutnya, Pancasila adalah "Community Guideline" terbaik yang dimiliki bangsa Indonesia untuk menyaring informasi.
"Algoritma medsos seringkali menyajikan apa yang viral, bukan apa yang benar. Di sinilah peran ideologi bekerja. Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, harus jadi filter kita. Kalau konten itu memecah belah, skip. Kalau konten itu menghina, report. Kalau konten itu membanggakan, viral-kan. Itulah cara Gen Z menjaga NKRI," tegasnya.
Acara berlangsung sangat interaktif layaknya talkshow kreatif. Para pegiat media digital Pamekasan berbagi keresahan mengenai maraknya cyberbullying dan hoaks yang sering memperkeruh suasana daerah.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Eric mendorong terbentuknya komunitas kreator Pamekasan yang solid dan beretika. Ia percaya bahwa kreativitas anak muda Pamekasan—mulai dari videografi, desain grafis, hingga penulisan narasi—memiliki potensi besar untuk menenggelamkan konten negatif.
"Saya ingin Pamekasan dikenal bukan karena hal-hal negatif, tapi karena kreativitas anak mudanya yang luar biasa. Tunjukkan bahwa Gen Z Madura itu smart, adaptif, dan tetap cinta tanah air," tambah Dr. Eric.
Di akhir sesi, Dr. Eric memberikan apresiasi kepada beberapa kreator lokal yang konsisten mengangkat potensi wisata dan kearifan lokal Pamekasan. Sosialisasi ini ditutup dengan pembuatan konten video bersama sebagai simbol komitmen Gen Z Pamekasan untuk membanjiri internet dengan narasi positif tentang Indonesia. [Mq]

Social Footer