![]() |
| Sebuah desa bersejarah di Pittston, Maine, AS, dijual seharga US$ 6 juta. Desa Tuthill menawarkan 21 bangunan antik, termasuk gereja dan rumah kapten laut, sebagai warisan visi Ken Tuttle. / Foto : Ist. |
Penawaran ini bukan sekadar transaksi real estat biasa, melainkan kesempatan untuk meneruskan sebuah warisan pelestarian sejarah yang unik.
Desa Tuthill bukanlah desa konvensional yang terbentuk secara alami selama berabad-abad. Kawasan ini adalah hasil kurasi cermat yang terdiri dari 21 bangunan antik. Di dalamnya berdiri sebuah gereja yang telah dipugar dengan indah, rumah-rumah bergaya Greek Revival, lumbung antik, hingga garasi berukuran masif.
Anna Boucher, agen properti dari Summit Real Estate yang menangani penjualan ini, menggambarkan Tuthill sebagai properti yang sangat fleksibel. Bersama suaminya, Nathan Tuttle, ia saat ini mengelola sebagian unit rumah sebagai tempat tinggal sewa.
"Ini adalah komunitas yang siap huni sekaligus kanvas kosong bagi investor yang memiliki visi besar," ungkap Boucher.
Fasilitas di desa ini sangat lengkap. Selain bangunan utama, terdapat lahan terbuka hijau yang luas, fasilitas berkuda dengan dua kandang, serta padang rumput yang siap digunakan.
Di balik kemegahan arsitektur Tuthill, terdapat kisah manusiawi yang menyentuh hati. Desa ini adalah buah pikir dan dedikasi mendiang Ken Tuttle, ayah mertua Boucher. Ken bukanlah pengembang properti biasa; ia adalah seorang kolektor barang antik yang memiliki kecintaan mendalam terhadap arsitektur masa lalu.
Awalnya, Ken hanya mengumpulkan benda-benda antik. Namun, gairahnya berkembang menjadi misi penyelamatan. Ia mulai membeli rumah-rumah tua yang terancam dibongkar atau dihancurkan, lalu memindahkannya ke lahan miliknya di Pittston.
Ken terinspirasi oleh Old Sturbridge Village di Massachusetts, sebuah museum hidup yang merekonstruksi suasana kota New England era 1830-an. Dengan semangat yang sama, ia ingin menciptakan "Dunia Ken" sendiri di Maine—sebuah tempat di mana sejarah tidak hanya dipajang, tetapi ditinggali.
Salah satu permata mahkota di desa ini adalah sebuah rumah utama dengan empat kamar tidur yang dulunya merupakan rumah kapten laut dari tahun 1840. Bangunan ini baru saja rampung direnovasi, memadukan kenyamanan modern dengan estetika historis.
Ken Tuttle memastikan setiap bangunan, baik yang asli maupun yang dibangun baru, dirancang menyerupai arsitektur periode klasik. Hal ini dilakukan agar seluruh kawasan memiliki keselarasan visual yang memanjakan mata.
Kondisi bangunan yang terawat baik menjadikan Tuthill aset yang sangat berharga. Garasi multibay yang tersedia bahkan dinilai ideal untuk dialihfungsikan menjadi ruang pameran bagi kolektor mobil klasik bernilai tinggi.
Dengan segala fasilitas yang dimilikinya, Desa Tuthill menawarkan potensi investasi yang beragam bagi pemilik barunya.
• Destinasi Wisata: Konsep desa antik sangat cocok dikembangkan menjadi lokasi pernikahan, syuting film, atau retreat eksklusif.
• Properti Sewa: Melanjutkan model bisnis saat ini dengan menyewakan rumah-rumah antik sebagai hunian jangka panjang atau vacation rental (Airbnb).
• Komunitas Mandiri: Menciptakan lingkungan tempat tinggal pribadi yang eksklusif bagi keluarga besar atau komunitas tertentu.
"Kami membayangkan pembelinya adalah seseorang yang memiliki visi besar, atau investor dari luar negara bagian yang ingin memaksimalkan potensi sewa dan destinasi acara," tambah Boucher.
Penjualan Desa Tuthill di Pittston, Maine, menawarkan lebih dari sekadar tanah dan bangunan. Ini adalah kesempatan langka untuk meneruskan visi besar seorang kolektor barang antik yang ingin menyelamatkan sejarah. Di tengah dunia yang semakin dipenuhi bangunan modern, tempat-tempat seperti Tuthill yang terawat dengan cinta menjadi semakin bernilai.
Bagi mereka yang memiliki dana US$ 6 juta, Tuthill bukanlah sekadar tempat tinggal, melainkan warisan yang hidup.

Social Footer