![]() |
| BUMDes di Kecamatan Pasirian, Lumajang, menggelar pelatihan penyusunan laporan keuangan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Simak pentingnya langkah ini bagi pembangunan desa. / Foto: TPP Lumajang |
Acara ini diprakarsai oleh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Pasirian dan didukung oleh narasumber dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Lumajang serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang. Kurikulum yang digunakan disusun oleh Balai Besar Pelatihan Masyarakat (BBPM) Kemendesa PDT Jakarta, memastikan materi yang diberikan sesuai standar nasional.
Setiap BUMDes mengirimkan dua perwakilan pengurus untuk mengikuti pelatihan ini. Mereka dibimbing cara menyusun laporan keuangan sesuai standar akuntansi yang berlaku, termasuk pembuatan laporan pertanggungjawaban yang jelas dan mudah dipahami. Selain itu, peserta juga diajarkan menggunakan aplikasi terstandar untuk mendukung penyusunan laporan secara praktis dan efisien.
“Kami berharap BUMDes di Kecamatan Pasirian mampu menyusun laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Ini adalah langkah penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes,” ujar Risha, Kepala Bidang PUED DPMD Kabupaten Lumajang, dalam sambutannya.
Para peserta diberikan contoh laporan keuangan dan simulasi praktik akuntansi oleh BBPM Kemendesa PDT. Selain itu, sesi diskusi dan berbagi pengalaman menjadi bagian penting dari pelatihan, memberikan kesempatan bagi pengurus untuk bertanya dan mendalami teknis penyusunan laporan yang sesuai kebutuhan masing-masing desa.
Kegiatan ini mendapat apresiasi sebagai langkah positif yang diinisiasi secara mandiri oleh asosiasi BUMDes di Kecamatan Pasirian. Mujib Bastoni, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Lumajang, menegaskan pentingnya pelatihan ini dalam meningkatkan kapasitas pengurus BUMDes.
“Dengan pelatihan ini, pengurus diharapkan mampu menyajikan laporan yang sistematis, transparan, dan akuntabel. Ini adalah fondasi penting untuk mendukung pembangunan desa berkelanjutan,” kata Mujib.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengelola ketahanan pangan desa secara efektif. Dengan meningkatkan manajemen mutu dan kinerja BUMDes, pemerintah daerah berharap dapat mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) yang signifikan melalui peran aktif BUMDes.
Bimbingan teknis ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa. Dengan laporan yang lebih jelas dan terstandar, BUMDes di Kecamatan Pasirian diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperkuat perannya dalam pembangunan desa, dan menciptakan keberlanjutan pengelolaan ketahanan pangan di masa depan.

Social Footer