Breaking News

Museum Pusaka Desa: Jembatan Masa Lalu dan Kini di Lombok

Sambangdesa.com / Lombok Barat - Setiap hari bagi Sanusi, seorang pria 67 tahun di Narmada, Kabupaten Lombok Barat, adalah kesempatan untuk bernostalgia. Di depan rumahnya, sebuah bangunan sederhana berdiri, menyimpan 151 artefak yang melintasi generasi. Dari radio antena hitam yang berdiri di atas televisi tabung, hingga kotak penyimpanan bumbu berbahan daun lontar, lampu petromaks, tungku tanah liat, dan jerigen air dari buah labu—semua benda itu membawa cerita masa lalu masyarakat Lombok sebelum era modern.

Museum Pusaka Desa yang didirikan Sanusi berada dalam bangunan berukuran 30 meter persegi, beratap seng dan berdinding anyaman bambu. Suasana museum terasa sejuk dengan aroma kayu lembab dan karat besi yang bercampur wangi tanah usai hujan. Tanaman sirih tumbuh merambat di sekitar pintu masuk kayu, menambah nuansa alami dan tradisional.

Melangkah ke dalam, pengunjung akan disambut cahaya matahari yang menembus bilik anyaman bambu, menerangi koleksi yang rapi tersusun. Sanusi piawai menata benda-benda itu sesuai fungsi: artefak elektronik, perabot dapur, tenun, dan manuskrip diletakkan di bangunan utama berlantai kayu, sementara alat-alat pertanian dan perikanan ditempatkan di serambi samping dengan lantai tanah.

Sanusi memulai pengumpulan benda-benda ini sejak 2018, tergerak oleh keprihatinan terhadap peninggalan orang tuanya yang mulai terlupakan. Ia ingin memastikan bahwa warisan budaya dan sejarah kehidupan desa tidak hilang, melainkan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda dan masyarakat luas.

“Benda-benda ini bukan sekadar kenangan, tapi juga mengajarkan kita tentang cara hidup dahulu, perjuangan, dan kreativitas masyarakat desa,” ujarnya.

Museum ini merekam lompatan sejarah kehidupan agraris, dari alat penghalus bahan masakan tradisional seperti lesung, hingga televisi tabung dan radio antena yang kini telah tergantikan oleh teknologi digital. Alat panen padi tradisional juga tergantikan oleh mesin modern, menggambarkan perubahan besar dalam cara hidup masyarakat desa.

Pengunjung museum tidak hanya melihat artefak, tetapi diajak merasakan kehidupan masa lalu melalui pengalaman edukatif dan imersif. Setiap benda menyimpan nilai moral, simbol, dan filosofi yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Melalui koleksi alat pertanian, peralatan rumah tangga, kain tenun, dan benda ritual, pengunjung dapat membayangkan kehidupan desa tempo dulu dan memahami dampak arus modernisasi terhadap budaya lokal.

Keberhasilan Museum Pusaka Desa menginspirasi Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mendorong pembentukan museum desa lainnya. Program strategis "Kotaku Museumku Kampungku Museumku" yang diluncurkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Januari 2025 menegaskan bahwa setiap kota dan desa memiliki nilai sejarah dan budaya yang layak dilestarikan.

Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menyatakan bahwa museum desa bukan sekadar tempat menyimpan benda lama, tapi ruang pendidikan moral dan budaya yang memperkuat rasa bangga pada identitas lokal.

Beberapa museum desa sudah cukup populer di NTB, seperti Museum Desa Genggelang di Lombok Utara yang menyimpan alat perang, peralatan pertanian, media astronomi, tembikar, dan koin kuno. Museum Desa Jerowaru di Lombok Timur menyimpan koleksi piring dan mangkuk keramik kuno dari Eropa hingga Asia Timur.

Museum Pusaka Desa sendiri memiliki koleksi istimewa seperti naskah lontar Ana Kidung, sebuah doa tradisional untuk menghilangkan kekuatan negatif.

Museum desa menjadi ruang belajar lintas generasi yang menumbuhkan kebanggaan terhadap akar budaya. Kegiatan pengumpulan, perawatan, dan pameran artefak merupakan bagian dari upaya menjaga ingatan kolektif dan kearifan lokal.

Pendampingan dan edukasi budaya masih sangat dibutuhkan agar desa-desa dapat menjadi “museum hidup” yang merawat sejarah sekaligus menguatkan identitas masyarakat.

Museum Pusaka Desa di Lombok Barat bukan hanya sekadar tempat penyimpanan benda-benda tua, melainkan jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Melalui koleksi autentik dan pengalaman edukatif, museum ini mengajak kita untuk menghargai sejarah dan budaya, serta merenungkan perubahan yang dibawa oleh modernisasi.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close