| Bumdes Permata Desa Bukit Padi sukses melaksanakan panen perdana padi varietas Inpari. Langkah ini mendukung ketahanan pangan nasional dan kemandirian ekonomi desa. / Foto: Ist. |
Kegiatan panen dimulai pada pukul 07.30 WIB di lahan pertanian seluas satu hektare yang terletak di Jalan Talipuk, Desa Bukit Padi. Lahan ini dikelola langsung oleh Bumdes Permata sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat sektor pertanian desa. Dalam panen perdana ini, sekitar 3 ton padi varietas Inpari berhasil dipanen. Dari jumlah tersebut, 90 persen gabah dinyatakan dalam kondisi baik dan siap untuk diproses lebih lanjut, menunjukkan keberhasilan budidaya padi di wilayah tersebut.
Ketua Bumdes Permata, Iswandi, mengatakan bahwa program budidaya padi ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mendukung kebijakan nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.
“Pengelolaan lahan pertanian oleh Bumdes tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa,” ujar Iswandi.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan panen ini adalah hasil dari perencanaan matang, mulai dari aspek teknis pertanian, ketepatan waktu tanam, hingga pemanfaatan lahan yang maksimal. Keberhasilan ini, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi padi di masa mendatang, sehingga tidak hanya memperkuat ketahanan pangan di Kecamatan Jemaja Timur tetapi juga memberikan kontribusi berkelanjutan pada Kabupaten Kepulauan Anambas.
Panen perdana ini dihadiri oleh sejumlah unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat. Beberapa pejabat yang hadir antara lain Asisten III Kabupaten Kepulauan Anambas Syaidina, S.P., Staf Ahli Bidang Pembangunan Madison, S.Pd., Camat Jemaja Timur Tetti Amalia, S.E., serta perwakilan TNI dan Polri.
Turut hadir pula Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Jemaja Timur Sahlan dan Kepala Desa Bukit Padi Lukman Hakim. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan dukungan yang solid terhadap inisiatif Bumdes Permata dalam memberdayakan sektor pertanian lokal.
Selain itu, sekitar 20 petani setempat juga turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan ini, menandakan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan Bumdes untuk mencapai tujuan bersama.
Panen padi tahap pertama ini menjadi tonggak penting bagi Desa Bukit Padi dalam mengembangkan sektor pertanian yang berkelanjutan. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi desa-desa lain di wilayah Kepulauan Anambas untuk mengoptimalkan potensi pertanian mereka.
Tidak hanya itu, program ini juga menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan lahan oleh Bumdes mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Ketahanan pangan bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga tentang menciptakan kemandirian yang dapat memperkuat ekonomi lokal. Dengan dukungan yang berkesinambungan dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, Desa Bukit Padi berpotensi menjadi model bagi desa-desa lain dalam melaksanakan program serupa.
Panen perdana Bumdes Permata Desa Bukit Padi bukan hanya peristiwa lokal, tetapi juga simbol keberhasilan kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan manajemen yang baik dan dukungan dari berbagai pihak, program ini membuktikan bahwa desa memiliki peran strategis dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Social Footer