| Musdes Laporan Tahunan BUMDes Merdeka Selokbesuki, Sukodono, Lumajang. Transparansi, Inovasi, dan Dukungan Pemangku Kebijakan Mendorong Pengembangan Usaha Desa. / Foto: Ist. |
Musdes dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Pemerintah Desa, perwakilan kecamatan, pendamping desa, pengurus dan pengawas BUMDes, serta perwakilan masyarakat. Forum ini dinyatakan sah (kuorum) dengan partisipasi aktif dari para peserta. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) tahunan BUMDes Merdeka pun diterima secara resmi oleh forum.
Ketua BUMDes Merdeka, F. Aisyah, dalam sambutannya menyatakan kekhawatiran awal terkait pelaksanaan musyawarah yang diadakan pada siang hari, mengingat budaya lokal yang cenderung menggelar acara serupa pada malam hari. Namun, faktor cuaca menjadi alasan utama perubahan waktu pelaksanaan.
“Alhamdulillah, semesta mendukung. Hujan baru turun setelah acara selesai, partisipasi warga bahkan melebihi kuorum, dan LPJ dapat diterima forum,” ujar Aisyah kepada awak media, Jumat, 13 Februari 2026.
Dalam forum tersebut, Aisyah juga memaparkan rencana pengembangan unit usaha baru berupa kandang ayam petelur dengan kapasitas 500 ekor serta budidaya maggot yang terintegrasi. Kedua program ini diharapkan dapat melengkapi usaha yang telah berjalan, yaitu pengelolaan delapan kolam lele dan empat kebun aquaponik.
Sebagai gambaran, pada panen perdana salah satu kolam lele di awal Februari 2025, hasil usaha sudah mampu membiayai kebutuhan operasional serta menggaji satu tenaga kerja. Untuk ke depan, pengurus BUMDes akan dievaluasi dan dirampingkan guna memastikan efektivitas organisasi. Selain itu, terdapat rencana untuk mendaftarkan pengurus aktif ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan, memberikan perlindungan kerja serta jaminan hari tua.
Luluk Maulidiyah, S.I.P., dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang, menyampaikan apresiasi terhadap BUMDes Merdeka. Ia mengingatkan agar proses penyelesaian badan hukum BUMDes yang sempat tertunda dapat segera diselesaikan, terutama menjelang pertemuan daring serentak dengan pemerintah pusat.
Sementara itu, Camat Sukodono, Deni Rohman, memuji langkah BUMDes Merdeka sebagai pelopor dalam menyelenggarakan LPJ tahunan di kecamatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya menjaga komunikasi sinergis, konsistensi pengelolaan, serta tata kelola usaha yang berkelanjutan.
Kepala Desa Selokbesuki, Muhammad Nasih, dalam sambutannya menyoroti pentingnya prinsip transparansi dan kerja sama, khususnya dalam pengembangan pemasaran hasil panen. Ia mendorong kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk SPPG, guna menjaga keberlanjutan ekonomi desa.
Musyawarah berlangsung dinamis dengan sejumlah pertanyaan dari peserta, mulai dari kemungkinan harga khusus bagi warga desa hingga rencana program jangka panjang BUMDes. Pengurus menjelaskan bahwa produk tidak dapat diberikan secara gratis karena akan merugikan usaha, tetapi komitmen harga yang lebih terjangkau bagi warga desa tetap dijaga.
Dalam hal pemasaran, komunikasi dengan SPPG telah dilakukan, meskipun panen kedua yang bertepatan dengan bulan Ramadan belum memungkinkan kerja sama karena keterbatasan menu. Ke depan, BUMDes juga berencana mengembangkan program edukatif seperti outbound di kolam lele untuk PAUD dan TK, serta memperkenalkan produk unggulan LASEBA (Lele Aman Sehat Bahagia) berbumbu.
Acara diakhiri dengan penyerahan simbolis paket LASEBA hasil budidaya BUMDes kepada peserta musyawarah. Ketua Pengawas BUMDes, Bambang Febrianto, dalam laporan pengawasan menyampaikan apresiasi atas kinerja pengurus yang dinilai bertanggung jawab, transparan, dan tertib administrasi.
Dengan berbagai program inovatif dan dukungan dari berbagai pihak, BUMDes Merdeka Desa Selokbesuki optimis dapat terus berkontribusi bagi kemajuan ekonomi masyarakat desa. Musyawarah kali ini menjadi bukti nyata bahwa transparansi dan kolaborasi adalah kunci keberhasilan dalam membangun desa yang mandiri dan sejahtera.
Social Footer