| Desa Panimbaraya dan Desa Bahaur memulai program “1 Desa 1 Hektar” untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Penanaman jagung perdana berlangsung sukses dengan target panen Juli 2026. / Foto: Ist |
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Desa Panimbaraya, Amrullah, S.Hut, mewakili Penjabat Kepala Desa. Ia didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Panimbaraya, BRIPKA Tommy R. Nainggolan, serta anggota Kelompok Tani Membangun Bersama. Amrullah, yang juga menjabat Ketua Brigade Pangan, memimpin langsung proses penanaman bersama para petani, termasuk Toni Tuskianto, Rhizal E.F, Rudi Hartono, dan Heri.
Lahan yang digunakan dalam program ini memiliki luas sekitar 1,5 hektare, lebih besar dari target awal program, yaitu 1 hektar. Berlokasi di koordinat -2.3473053, 112.1821934, lahan ini merupakan tanah gambut mineral yang dinilai subur dan ideal untuk pengembangan tanaman pangan.
Dalam penanaman perdana ini, kelompok tani menggunakan 7 kilogram benih jagung hibrida Bisi 18 F1. Varietas unggulan ini dipilih karena memiliki potensi hasil panen yang tinggi serta cocok dengan kondisi tanah setempat. Untuk memastikan hasil optimal, petani juga menggunakan kombinasi pupuk kompos dan NPK.
Pengolahan lahan dilakukan dengan bantuan alat modern, seperti hand traktor (jounder), yang memudahkan pembukaan dan persiapan tanah sebelum penanaman.
Dengan semangat gotong royong, masyarakat Desa Panimbaraya optimis program ini dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam mewujudkan swasembada pangan. Panen perdana dari lahan seluas 1,5 hektare ini diperkirakan akan berlangsung pada Juli 2026.
“Kami optimis program ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar, baik untuk ketahanan pangan desa maupun peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkap Amrullah.
Program ini juga diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Danau Seluluk untuk turut berpartisipasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Desa Bahaur Dukung Program Ketahanan Pangan
Semangat swasembada pangan juga terlihat di Desa Bahaur, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Pada hari yang sama, Selasa (17 Februari 2026), masyarakat Desa Bahaur melaksanakan penanaman jagung perdana sebagai bagian dari program "1 Desa 1 Hektar". Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB, berlokasi di lahan milik warga setempat, Bujiansyah, yang berada di Blok A 26 Pt. WSSL 02.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Bahaur, Abdu Razak, bersama Bhabinkamtibmas Desa Bahaur, Brigpol Anton, dan Sekretaris Desa Bahaur, M. Anwari. Kehadiran para pemangku kepentingan ini disambut antusias oleh warga yang bergotong royong dalam proses penanaman.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa Desa Bahaur siap berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kami berharap hasil panen nanti dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Abdu Razak.
Lahan yang digunakan dalam program ini memiliki luas mencapai 1,8 hektare, melebihi target awal program. Meski demikian, proses penanaman dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas pertumbuhan tanaman yang optimal.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan semangat gotong royong warga, lahan ini diharapkan menjadi percontohan untuk pengembangan pertanian jagung di Kecamatan Hanau. Selain itu, lokasi ini menunjukkan potensi besar bagi pengembangan program serupa di masa depan.
Kegiatan penanaman jagung di Desa Panimbaraya dan Desa Bahaur mencerminkan komitmen nyata masyarakat dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Dengan memanfaatkan potensi lahan desa dan semangat kolaborasi, kedua desa ini diharapkan mampu menjadi contoh sukses dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga menguatkan solidaritas warga dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan.
Program “1 Desa 1 Hektar” di Desa Panimbaraya dan Desa Bahaur menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dapat mendukung ketahanan pangan nasional.
Dengan target panen yang diproyeksikan pada pertengahan tahun ini, kedua desa ini tidak hanya berkontribusi pada swasembada pangan, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan ekonomi masyarakat di daerah masing-masing.
Social Footer