![]() |
| Sumber: Pribadi |
Mengangkat tema "Semangat Gotong Royong Memajukan Potensi Ekonomi Agraris Madura Demi Kemandirian", Dr. Eric menyoroti bahwa potensi agraris Pamekasan mulai dari tembakau, jagung, hingga peternakan adalah modal besar yang belum dikelola secara optimal karena minimnya konsolidasi.
"Pancasila mengajarkan kita gotong royong. Dalam konteks ekonomi modern, gotong royong berarti petani tidak boleh berjuang sendiri-sendiri. Kita harus membangun kolaborasi yang kuat, baik dalam bentuk koperasi maupun korporasi petani, agar posisi tawar (bargaining power) kita naik di hadapan pasar," ujar Dr. Eric.
Legislator yang mewakili Dapil Jawa Timur XI (Madura) ini menjelaskan bahwa kemandirian ekonomi atau "Berdikari" adalah cita-cita konstitusi yang harus diperjuangkan. Ia mendorong para petani dan pelaku agribisnis di Pamekasan untuk bersatu mengelola rantai pasok dari hulu ke hilir.
"Jangan biarkan keuntungan terbesar dinikmati pihak luar, sementara petani kita hanya menjadi buruh di lahan sendiri. Semangat persatuan dalam Empat Pilar harus kita wujudkan dalam bentuk kemandirian pangan. Jika petani Pamekasan sejahtera, maka Madura akan kuat, dan Indonesia akan berdaulat," tegas Dr. Eric.
Di hadapan ratusan peserta yang memenuhi Aula DPD Golkar, Dr. Eric juga berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan di tingkat pusat agar berpihak pada perlindungan petani lokal dan kemudahan akses teknologi pertanian.
"Tugas saya di MPR/DPR adalah memastikan regulasi mendukung kolaborasi ini. Mari kita jadikan Pamekasan sebagai contoh sukses bagaimana nilai gotong royong mampu mengangkat derajat ekonomi warganya," pungkasnya. [Mq]

Social Footer