Sambangdesa.com / Klaten – Kampung Siluman di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, tengah menjadi sorotan nasional setelah meraih API Award 2025 kategori Olahraga dan Petualangan melalui program Jelajah Kampung Siluman. Penghargaan ini bukan hanya pengakuan atas upaya warga mengembangkan potensi alam dan sejarah di lereng Merapi, tapi juga simbol kebangkitan sebuah desa yang memanfaatkan kekayaan lokalnya menjadi destinasi wisata edukatif yang unik.
Ketua Pokdarwis Desa Sidorejo, Sukiman, menjelaskan bahwa daya tarik utama Kampung Siluman terletak pada jejak sejarah permukiman tua yang pernah hilang akibat erupsi Merapi, serta panorama alam yang masih sangat alami. “Wisatawan datang bukan sekadar untuk berjalan kaki, tapi untuk belajar, merasakan suasana alam, dan memahami perjalanan sebuah kampung yang dulu hilang dan kini bangkit kembali,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Program wisata ini menawarkan pengalaman yang berbeda, mulai dari trekking edukasi kebencanaan, menjelajah hutan, hingga eksplorasi situs bekas hunian yang menjadi bagian dari narasi sejarah lokal.
Kampung Siluman dikelola secara mandiri oleh Pokdarwis Sidorejo dengan dukungan aktif pemerintah desa dan masyarakat sekitar. “Kami menyediakan jalur trekking, area briefing, titik istirahat, spot edukasi, serta paket wisata berbasis sejarah dan mitigasi bencana,” kata Sukiman.
Warga setempat berperan sebagai pemandu, penyedia transportasi lokal, pemilik warung, serta penyelenggara homestay sederhana. Sistem gotong royong menjadi kunci keberlanjutan pengelolaan destinasi ini.
Untuk kenyamanan pengunjung, fasilitas dasar seperti tempat parkir, rest area, pos keamanan, jalur bertanda, pusat informasi, dan titik edukasi kebencanaan telah tersedia. Meskipun sederhana, fasilitas ini dirancang mengikuti standar keamanan dasar di area rawan Merapi dan terus ditingkatkan seiring bertambahnya jumlah wisatawan pasca penghargaan.
Sumber daya manusia yang terlibat mayoritas warga lokal yang telah mendapatkan pelatihan dari BPBD, Dinas Pariwisata, dan relawan kebencanaan. Para pemandu dilengkapi sertifikasi dasar pemandu wisata alam dan pelatihan mitigasi bencana, sehingga mampu memberikan informasi edukatif sekaligus menjaga keselamatan pengunjung.
Setiap rombongan diwajibkan mengikuti briefing sebelum keberangkatan untuk memahami jalur, kondisi alam, serta tata cara keselamatan. Pokdarwis menerapkan sistem peringatan dini, pendampingan penuh oleh pemandu, pembatasan jumlah peserta per kelompok, dan penempatan titik evakuasi serta jalur darurat.
Apabila terjadi peningkatan aktivitas Gunung Merapi, seluruh kegiatan langsung dihentikan sesuai rekomendasi PVMBG dan BPBD. Koordinasi berlapis dengan pemerintah daerah memastikan keamanan trekking tetap terjaga.
Keberhasilan Kampung Siluman meraih API Award 2025 membuktikan bahwa potensi desa, bahkan di daerah rawan bencana, bisa diolah menjadi destinasi wisata edukatif yang bernilai tinggi. Dengan pengelolaan mandiri dan partisipasi aktif masyarakat, kampung ini tidak hanya menawarkan pengalaman petualangan unik, tetapi juga mengedukasi pengunjung tentang pentingnya mitigasi bencana dan pelestarian alam.

Social Footer