Breaking News

Sabun Belimbing Wuluh Produk Lokal Anak SDN Pranan Diminati BUMDes

Sabun Belimbing Wuluh Produk Lokal Anak SDN Pranan Diminati BUMDes
Sabun cuci tangan belimbing wuluh karya siswa SDN 1 Pranan diminati oleh BUMDes. Program ini mendukung pendidikan karakter, kemandirian anak, dan ekonomi lokal.  / Foto: Ist.
Sambangdesa.com / Sukoharjo Sabun cuci tangan berbahan dasar belimbing wuluh karya siswa SDN 1 Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, kini menuai perhatian. Pada Kamis (5/2/2026), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Merdeka Pranan membeli produk ini sebagai bentuk dukungan terhadap program kemandirian anak dan pendidikan karakter yang diintegrasikan dengan program makan bergizi gratis (MBG). Kepala Desa Pranan, Sardjanto, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini, yang dinilai memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak di desa.

“Terima kasih kepada Yayasan SMART Madani Indonesia atas ide kreatifnya dalam membentuk karakter anak. Tugas kami sebagai pemerintah desa adalah memfasilitasi dan mendorong agar program ini berhasil dan berkelanjutan,” ujar Sardjanto.

Sabun cuci tangan karya siswa ini rencananya akan dimanfaatkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pranan yang dikelola oleh BUMDes. Selain itu, pemerintah desa turut membantu pemasaran produk melalui jaringan ketua RT, RW, dan lembaga desa lainnya untuk memperluas jangkauan distribusi.

Kepala SDN 1 Pranan, Binar Kustanti, menjelaskan bahwa para siswa merasa sangat antusias saat mempelajari proses pembuatan sabun. “Anak-anak sangat excited karena ini merupakan pengalaman baru bagi mereka. Mereka juga merasa bangga melihat hasil kerja keras mereka bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Pihak sekolah bersama Yayasan SMART Madani Indonesia saat ini sedang mengupayakan pengurusan izin edar dan sertifikasi BPOM untuk produk sabun tersebut. Langkah ini dilakukan dengan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sukoharjo agar produk ini dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

“Yayasan bersinergi dengan Disdikbud dan pihak sekolah untuk mendorong anak-anak menjadi lebih mandiri melalui kegiatan produksi sabun cuci piring yang ramah lingkungan. Alhamdulillah, hasilnya sudah ada dan mulai dirasakan,” tutur Maulud Mashuda, perwakilan Yayasan SMART Madani Indonesia.

Pada hari yang sama, BUMDes Merdeka Pranan dan SPPG Pranan langsung membeli hasil produksi anak-anak ini. Selain mendukung kegiatan belajar kreatif, sinergi dengan pemerintah desa juga bertujuan untuk meningkatkan pemasaran produk hingga menjangkau masyarakat sekitar.

Program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi siswa. Maulud berharap keberhasilan ini dapat menjadi langkah awal yang menciptakan dampak jangka panjang, baik dalam pembentukan karakter anak-anak maupun keberlanjutan program.

“Harapannya, ini tidak hanya membentuk karakter anak, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Kami ingin program ini terus berlanjut di masa mendatang,” pungkasnya.

Sinergi antara pemerintah desa, sekolah, dan Yayasan SMART Madani Indonesia berhasil menciptakan sebuah inovasi yang tidak hanya mendukung pendidikan anak-anak, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Pranan.

Sabun belimbing wuluh karya siswa SDN 1 Pranan menjadi bukti bahwa kreativitas anak-anak dapat berkembang dengan dukungan yang tepat, sekaligus memberikan kontribusi pada perekonomian lokal.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close