| Pelatihan fasilitator adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana digelar di Kabupaten Pasuruan. Fokus pada penguatan kapasitas dan sinergi lintas sektor. / Foto: Ist. |
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Direktorat Kesiapsiagaan BNPB Pusat dan melibatkan berbagai elemen, seperti TAPM tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, ULP, Yayasan Katulistiwa, Yayasan Cempaka, hingga komunitas lokal. Dengan kehadiran peserta dari berbagai latar belakang, kegiatan ini dirancang untuk mendorong sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan bencana yang semakin kompleks.
Selama lima hari pelatihan, peserta menerima pembekalan komprehensif terkait analisis risiko bencana yang dipengaruhi oleh perubahan iklim. Materi utama mencakup: Identifikasi risiko dan ancaman bencana, Strategi mitigasi bencana berbasis data, Perencanaan respons darurat, dan Proses pemulihan pascabencana.
Pelatihan ini juga menekankan pentingnya membangun kemandirian masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Peserta dibekali kemampuan untuk mendampingi masyarakat secara efektif, mulai dari tahap kesiapsiagaan hingga pemulihan pascabencana. Pendekatan ini bertujuan agar masyarakat dapat berdaya dalam mengelola risiko bencana secara mandiri dan berkelanjutan.
Salah satu target utama pelatihan ini adalah mencetak fasilitator yang aktif, adaptif, dan partisipatif. Dengan pendekatan berbasis komunitas, fasilitator diharapkan mampu menyebarluaskan pengetahuan tentang adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana ke masyarakat luas.
Selain itu, aspek kolaborasi lintas sektor menjadi perhatian utama dalam pelatihan ini. Sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal dinilai penting untuk menciptakan sistem penanganan bencana yang lebih cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir fasilitator yang kompeten dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat. Mereka akan menjadi garda terdepan dalam upaya mitigasi bencana sekaligus adaptasi terhadap perubahan iklim, yang dampaknya semakin nyata di berbagai wilayah Indonesia.
Direktorat Kesiapsiagaan BNPB menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan wilayah dan masyarakat yang tangguh, siap, dan berkelanjutan dalam menghadapi ancaman bencana. Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, fasilitator diharapkan dapat membantu menciptakan sistem penanganan bencana yang lebih efektif di masa depan.
Pelatihan ToF Konvergensi Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana menjadi salah satu upaya penting dalam menghadapi tantangan bencana di Indonesia. Dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, pelatihan ini tidak hanya memperkuat kapasitas individu fasilitator, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya mitigasi.
Masyarakat yang tangguh tidak dapat dibangun secara instan, tetapi memerlukan kerja sama lintas sektor dan komitmen berkelanjutan. Dengan adanya fasilitator yang kompeten, Indonesia diharapkan mampu menghadapi ancaman bencana dan dampak perubahan iklim dengan lebih siap dan sigap.
Social Footer