| Musdes Socorejo 2026 membahas laporan kinerja BUMDes 2025 dan menetapkan rencana kerja baru. Fokus pada transparansi, inovasi, dan sinergi masyarakat untuk pembangunan ekonomi desa. / Foto: TPP Tuban |
Musdes ini mengundang berbagai elemen masyarakat, mulai dari Pemerintah Desa, BPD, pengurus dan pengawas BUMDes, pendamping desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kelompok perempuan, hingga perwakilan masyarakat Desa Socorejo. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan komitmen terhadap transparansi dalam pengelolaan usaha desa berbasis akuntabilitas publik.
Dalam sambutannya, perwakilan Kepala Desa Socorejo, Aan Kusbandi, menyatakan bahwa BUMDes adalah instrumen strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pengelolaan BUMDes tidak hanya harus profesional, tetapi juga transparan dan berorientasi pada potensi lokal desa.
“BUMDes bukan sekadar lembaga usaha, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui forum Musdes ini, masyarakat dapat secara langsung mengetahui perkembangan usaha BUMDes sekaligus memberikan masukan untuk perencanaan ke depan,” ujar Aan Kusbandi.
Salah satu agenda utama Musdes adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban pengelolaan usaha BUMDes untuk Tahun Anggaran 2025. Direktur BUMDes Mujahidin memaparkan perkembangan kelembagaan, pengelolaan keuangan, pemanfaatan aset, serta kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).
Sepanjang tahun 2025, BUMDes Socorejo berhasil mengelola berbagai unit usaha berbasis potensi lokal, termasuk sektor perdagangan, jasa, dan usaha produktif lainnya. Perkembangan positif terlihat dari meningkatnya partisipasi masyarakat dan stabilitas operasional usaha desa. Laporan juga mencakup realisasi pendapatan, belanja, laporan laba rugi, hingga arus kas sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Namun, pengurus BUMDes juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan permodalan, peningkatan kapasitas manajemen, dan optimalisasi pemasaran produk. Tantangan ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat strategi pengelolaan pada tahun mendatang.
Pada kesempatan tersebut, Udin, perwakilan pengawas BUMDes, menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan usaha desa. Ia menyebut Musdes sebagai forum yang memberikan masyarakat hak untuk mengetahui perkembangan BUMDes secara terbuka.
“Musdes adalah forum tertinggi dalam pengambilan keputusan desa. Transparansi menjadi indikator penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan usaha desa,” jelas Udin.
Pendamping desa yang hadir juga menyoroti perlunya penguatan tata kelola kelembagaan, sistem administrasi yang tertib, dan inovasi usaha untuk menjaga keberlanjutan BUMDes. Pelatihan dan pendampingan dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas pengurus dalam menghadapi tantangan yang ada.
Selain mengevaluasi kinerja tahun lalu, forum ini juga membahas dan menetapkan Rencana Kerja BUMDes Tahun 2026. Beberapa fokus utama yang disepakati meliputi penguatan unit usaha yang sudah berjalan, diversifikasi usaha berbasis potensi lokal, serta peningkatan kualitas tata kelola kelembagaan.
Rencana ini mencakup Penguatan sistem administrasi dan pelaporan keuangan, Pengembangan strategi pemasaran usaha, Peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, dan Pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung operasional dan pemasaran produk BUMDes
Selain itu, forum Musdes juga mendorong sinergi antara pemerintah desa, pengurus BUMDes, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem ekonomi desa yang produktif. Kemitraan dengan pihak ketiga juga menjadi salah satu strategi yang disepakati untuk memperluas jaringan usaha dan meningkatkan daya saing BUMDes.
Musdes berlangsung secara interaktif, di mana masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan masukan terkait pengelolaan BUMDes. Salah satu peserta, Siti Nurhayati, seorang tokoh perempuan desa, menyampaikan harapannya agar BUMDes mampu membuka peluang usaha baru yang dapat menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Musdes ditutup dengan kesepakatan bersama untuk mendukung pengembangan BUMDes sebagai lembaga ekonomi desa yang mandiri, profesional, dan berkelanjutan. Seluruh pihak berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan program kerja BUMDes Tahun 2026 secara transparan dan akuntabel.
Dengan penguatan tata kelola kelembagaan dan sinergi seluruh elemen masyarakat, BUMDes diharapkan mampu menjadi pilar utama pembangunan ekonomi desa yang berdaya saing. Komitmen terhadap transparansi dan inovasi menjadi kunci keberhasilan untuk menciptakan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Social Footer