Sambangdesa.com / Sanggau – Pemerintah Desa Mawang Muda, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, menggelar kegiatan penanaman jagung hibrida sebagai langkah nyata mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026), dimulai pukul 08.30 WIB di Dusun Semaru, dengan melibatkan pemerintah desa, aparat keamanan, penyuluh pertanian, dan masyarakat setempat.
Penanaman dilakukan di lahan demplot seluas satu hektare dengan menggunakan bibit jagung hibrida unggulan, seperti BISI 99 dan Pertiwi 5, yang dikenal memiliki produktivitas tinggi serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca. Harapannya, program ini mampu memberikan hasil panen optimal dan mendukung program swasembada pangan yang menjadi salah satu Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Kegiatan ini dikelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Ketahanan Pangan Desa Mawang Muda sebagai bagian dari strategi desa untuk mendorong kemandirian pangan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membangun sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi desa.
Sejumlah pejabat dan tokoh penting turut hadir, di antaranya Kapolsek Beduai yang diwakili oleh Bhabinkamtibmas Desa Mawang Muda, BRIPKA Lasro Simandalahi. Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Beduai, Dewi Puspita Sari, S.P., Personel Pos Pamtas Pemodis, Kepala Desa Mawang Muda, Cenceng, bersama perangkat desa lainnya, dan Ketua TPK Ketahanan Pangan, Lorensius, beserta penyuluh pertanian lapangan.
Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana, S.H., menyatakan dukungan penuh dari kepolisian terhadap inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan bagian penting dari stabilitas nasional yang perlu dijaga bersama.
“Kami mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa Mawang Muda dalam memanfaatkan lahan produktif melalui penanaman jagung hibrida. Polri siap mendukung dan mengawal program-program yang berdampak langsung pada ketersediaan pangan serta peningkatan ekonomi warga,” ujarnya.
AKP Heri juga menekankan bahwa pembangunan desa tidak dapat dilakukan secara parsial. Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan hasil yang dicapai dapat memenuhi kebutuhan pangan daerah hingga mendukung ketahanan pangan nasional.
Penanaman jagung ini dilakukan secara gotong royong oleh warga desa dengan harapan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Beduai. Selain itu, lahan demplot ini dirancang agar berfungsi sebagai sarana edukasi bagi para petani. Mereka dapat mempelajari metode tanam dan perawatan jagung hibrida yang lebih efektif guna meningkatkan produktivitas.
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian, Dewi Puspita Sari, S.P., menjelaskan bahwa lahan demplot ini diharapkan dapat menjadi pusat pelatihan bagi petani lokal untuk mempraktikkan teknik-teknik pertanian modern yang selaras dengan kondisi lingkungan setempat.
Program penanaman jagung hibrida di Desa Mawang Muda merupakan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan aparat keamanan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.
Upaya ini juga menggarisbawahi pentingnya gotong royong dan kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan potensi pertanian desa. Semoga program serupa dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Social Footer