![]() |
| Desa Wisata Banyu Bening di Blora dan Umbul Pengging di Boyolali menjadi dua destinasi unggulan di Jawa Tengah, menawarkan wisata air, budaya, dan sejarah yang memukau. / Foto: Ist |
Kabupaten Blora, yang dikenal dengan julukan Kota Sate, Kota Kayu Jati, hingga Kota Minyak, menyimpan banyak potensi wisata yang menarik. Salah satu destinasi unggulan di Blora adalah Desa Wisata Banyu Bening Tinapan, yang menawarkan pengalaman wisata alam, budaya, dan edukasi.
Desa Wisata Banyu Bening terletak sekitar 29 kilometer dari pusat Kabupaten Blora dengan waktu tempuh sekitar 38 menit, atau 133 kilometer dari Semarang yang dapat dijangkau dalam waktu 235 menit. Desa ini mengusung konsep wisata berbasis alam dengan kekayaan utama berupa sumber mata air yang melimpah. Terdapat tiga mata air utama di desa ini, masing-masing memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda, menjadikannya daya tarik unik bagi wisatawan.
Wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Banyu Bening dapat menikmati keindahan alam, mengenal tradisi masyarakat lokal, sekaligus mendapatkan edukasi tentang pengelolaan sumber daya air. Hal ini menjadikan Banyu Bening sebagai salah satu destinasi unggulan yang memadukan keindahan alam dengan nilai budaya.
Sementara itu, Kabupaten Boyolali juga memiliki destinasi wisata berbasis air yang tak kalah menarik, yaitu Umbul Pengging. Kawasan ini dikenal sebagai tempat wisata air yang populer di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, Umbul Pengging bukan sekadar kolam renang biasa, melainkan memiliki nilai sejarah yang mendalam.
Menurut catatan sejarah, kawasan Pengging sudah dikenal sejak masa Mataram Kuno sebagai pusat peradaban air. Pada masa itu, mata air Pengging digunakan untuk ritual penyucian para Brahmana. Kawasan ini kemudian menjadi bagian penting dari kerajaan kecil yang dikenal sebagai Kesultanan Pengging.
Legenda lokal menyebutkan bahwa ketika istana Pengging runtuh, daerah tersebut berguncang dan memunculkan sumber mata air baru yang kini dikenal sebagai Umbul Pengging. Kini, tempat ini tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dan budaya Jawa.
Dalam wawancara, Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Blora, Yeti Romdonah, dan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Boyolali, Budi Prasetyaningsih, menyampaikan apresiasi terhadap popularitas dan dampak positif yang dihasilkan kedua destinasi ini. Keduanya berharap, pengembangan pariwisata di daerah tersebut dapat terus dilakukan dengan mempertahankan aspek keberlanjutan dan melibatkan masyarakat setempat.
“Kami ingin wisata di Desa Banyu Bening tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan edukasi bagi masyarakat lokal,” ujar Yeti Romdonah. Sementara itu, Budi Prasetyaningsih menambahkan, “Umbul Pengging adalah salah satu aset budaya dan sejarah yang penting. Kami berupaya mempertahankan nilai tradisionalnya sambil terus mengembangkan potensinya sebagai destinasi wisata unggulan.”
Desa Wisata Banyu Bening di Blora dan Umbul Pengging di Boyolali mencerminkan keindahan alam dan kekayaan budaya Jawa Tengah. Kedua destinasi ini menawarkan lebih dari sekadar wisata rekreasi. Mereka mengundang pengunjung untuk menikmati alam, memahami sejarah, dan merasakan nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat lokal. Dengan pengelolaan yang baik, kedua destinasi ini diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan potensi wisata berbasis alam dan budaya.

Social Footer