![]() |
| Program Desa EMAS 2026 resmi diluncurkan di Kebumen, Jawa Tengah. Program ini mengubah limbah pelepah pisang menjadi produk kreatif bernilai tinggi, membuka peluang ekonomi baru. / Foto: Ist. |
Program ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk memberdayakan masyarakat desa dengan mengoptimalkan sumber daya setempat. Melalui pelatihan, pendampingan, dan pembukaan akses pasar, Desa EMAS diharapkan dapat menciptakan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Kebumen.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno, menyampaikan optimismenya terhadap program ini. Ia menekankan bahwa pengembangan produk berbasis potensi lokal menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Menurut Sandiaga, pelatihan keterampilan dan pembukaan akses pasar yang lebih luas akan memungkinkan produk-produk unggulan Kebumen, seperti kerajinan tangan dan produk kreatif lainnya, untuk bersaing di pasar nasional.
"Program ini bukan hanya soal menciptakan produk unggulan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi kreatif yang mendukung komunitas lokal. Kebumen memiliki potensi besar, dan kita ingin melihat desa-desa di sini menjadi contoh sukses bagi daerah lain," ujar Sandiaga.
Salah satu inovasi menarik dari program ini adalah pemanfaatan limbah pelepah pisang sebagai bahan baku produk kreatif. Ketua Dekranasda Kabupaten Kebumen, Nurjannah Zaeni Miftah, menyoroti melimpahnya pohon pisang di wilayah tersebut sebagai peluang strategis.
"Selama ini, pelepah pisang hanya dianggap sebagai limbah yang tidak memiliki nilai. Program Desa EMAS mengubah paradigma itu dengan menjadikannya bahan baku untuk kerajinan bernilai ekonomis tinggi," ungkap Nurjannah. Ia menambahkan, inisiatif ini tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi ibu rumah tangga.
"Melalui pelatihan dan pemberdayaan, para ibu rumah tangga di desa-desa Kebumen kini memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Ini adalah langkah nyata dalam menciptakan kesejahteraan yang inklusif," pungkasnya.
Program Desa EMAS memiliki visi jangka panjang untuk menciptakan desa-desa yang mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan kekayaan alam dan keterampilan lokal. Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku industri, Kebumen diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa berbasis ekonomi kreatif yang sukses.
Peluncuran Program Desa EMAS di Kabupaten Kebumen menjadi momentum penting untuk mendorong transformasi ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Dari pelepah pisang yang diubah menjadi produk bernilai jual hingga pemberdayaan masyarakat, program ini menawarkan solusi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan desa.
Dengan pelatihan, akses pasar, dan inovasi yang terus dikembangkan, masa depan ekonomi Kebumen terlihat lebih cerah. Program ini tidak hanya mencerminkan potensi daerah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Indonesia untuk mengikuti jejak serupa.

Social Footer