Sambangdesa.com - Di jantung hutan Indonesia, dua spesies bunga raksasa tumbuh dan memikat perhatian dunia: Rafflesia arnoldii dan Rafflesia hasseltii. Meski sering disamakan, keduanya memiliki karakteristik unik yang membedakan satu sama lain, baik dari segi ukuran, pola, hingga habitat.
Rafflesia Arnoldii: Sang Bunga Raksasa Dikenal Dunia
Rafflesia arnoldii, yang dilindungi berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 4 Tahun 1993, dikenal sebagai bunga terbesar di dunia. Diameter mahkotanya dapat mencapai 70 hingga 110 sentimeter, menjadikannya ikon flora Indonesia. Ciri khas lain pada R. arnoldii adalah pola bercak kecil yang merata di seluruh permukaan mahkota, serta struktur ramenta (rambut halus di bagian dalam bunga) yang berbentuk filiform, yakni memanjang dan halus dengan ukuran lebih dari 5 mm.
Keberhasilan pemekaran Rafflesia arnoldii di luar habitat alaminya untuk pertama kali tercatat di Kebun Raya Bogor pada 2022. Kejadian ini menjadi tonggak penting setelah hampir dua dekade upaya replikasi ekosistem sejak 2004, membuktikan komitmen konservasi flora langka di Indonesia.
Rafflesia Hasseltii: Si Mungil yang Kritis
Berbeda dengan saudaranya, Rafflesia hasseltii tampil lebih mungil, dengan diameter bunga berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter. Pola pada mahkotanya juga berbeda: R. hasseltii memiliki bercak putih kemerahan yang lebar namun jumlahnya sedikit, memberikan tampilan yang kontras dan unik.
Habitat R. hasseltii sangat spesifik dan menantang. Bunga ini membutuhkan kelembapan tinggi di kawasan hutan primer dan sekunder. Statusnya yang “genting” menurut IUCN Red List menjadikan upaya pelestarian semakin penting. Peneliti BRIN, Dr. Ridha Mahyuni, M.Sc., bersama tim dari Oxford, berhasil menemukan spesimen R. hasseltii di Sijunjung setelah pencarian selama 13 tahun, menyoroti betapa langkanya tumbuhan ini di alam bebas.
Perbedaan Struktur Ramenta: Kunci Identifikasi Botani
Perbedaan mendasar lainnya terletak pada struktur ramenta di bagian dalam bunga. Rafflesia arnoldii memiliki ramenta filiform, dengan rambut panjang dan halus yang menjadi ciri khas spesies ini. Sebaliknya, Rafflesia hasseltii dikenal memiliki dua tipe ramenta—crateriform, dengan ujung membesar menyerupai kawah, dan tipe toadstool, menyerupai jamur kecil. Variasi ini menjadi pembeda penting dalam klasifikasi botani, seperti tercatat dalam literatur botani Agus Susatya dan sumber konservasi IUCN.
Upaya Konservasi dan Tantangan Masa Depan
Keberadaan Rafflesia arnoldii dan Rafflesia hasseltii tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi juga tantangan tersendiri dalam upaya pelestarian. Habitat yang kian menyempit, perubahan iklim, serta tekanan aktivitas manusia memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara peneliti, pemerintah, dan masyarakat.
Keberhasilan menumbuhkan R. arnoldii di Kebun Raya Bogor menjadi harapan baru. Namun, status “genting” R. hasseltii menunjukkan bahwa perlindungan habitat alami dan penelitian lebih lanjut sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan kedua spesies bunga langka ini.
Rafflesia arnoldii dan Rafflesia hasseltii mewakili kekayaan hayati Indonesia yang luar biasa. Meski serupa, keduanya memiliki perbedaan mencolok pada ukuran, pola, habitat, dan struktur ramenta. Upaya konservasi yang konsisten sangat penting agar generasi mendatang tetap dapat menyaksikan keindahan dan keunikan bunga raksasa Nusantara ini.
Social Footer