Breaking News

Misteri Formasi Batuan Al Naslaa: Apakah Terbelah Laser Alami?

Sambangdesa.com / Arab Saudi – Di tengah hamparan pasir emas Arab Saudi yang seolah tak berujung, berdiri sebuah monumen alam yang menantang logika. Sekitar 50 kilometer di selatan Oasis Tayma, sebuah formasi batuan raksasa bernama Al Naslaa menarik perhatian dunia bukan hanya karena ukurannya, melainkan karena sebuah celah misterius yang membelahnya dengan presisi bedah.

Batu setinggi 6 meter dan lebar 9 meter ini tampak seolah baru saja ditebas oleh pedang raksasa atau sinar laser berteknologi tinggi. Celah di tengahnya begitu lurus, halus, dan simetris, memisahkan dua blok batu pasir masif yang berdiri seimbang di atas tumpuan alas yang kecil.

Fenomena geologi di Arab Saudi ini telah lama menjadi teka-teki: Apakah ini murni karya alam, atau jejak peradaban yang hilang?

Teka-teki Presisi di Tengah Gurun
Bagi mata awam, kesempurnaan belahan Al Naslaa sering kali memicu imajinasi liar. Spekulasi mengenai campur tangan alien hingga penggunaan teknologi kuno yang canggih kerap bermunculan di forum-forum daring. Namun, para ilmuwan dan ahli geologi menawarkan penjelasan yang lebih membumi, meski tak kalah menakjubkan.

Mengutip laporan IFLScience, para peneliti menegaskan bahwa apa yang terlihat seperti potongan mesin sebenarnya adalah hasil dari kesabaran alam selama ribuan tahun.

Salah satu teori terkuat berkaitan dengan aktivitas tektonik. Batu ini diduga duduk tepat di atas garis patahan (fault line). Pergeseran tanah yang halus namun konstan di bawahnya menciptakan titik lemah pada batuan, yang kemudian retak secara vertikal.

Kekuatan Angin dan Es
Selain pergeseran tanah, cuaca ekstrem gurun memegang peran kunci. Teori pelapukan beku-cair (freeze-thaw weathering) menjelaskan bagaimana air hujan—yang jarang namun ada—meresap ke celah kecil batuan. Saat malam gurun yang dingin membekukan air tersebut, es yang mengembang menekan batu dari dalam.

Proses ini berulang selama ribuan tahun, perlahan tapi pasti membelah batu pasir tersebut. Selanjutnya, angin gurun yang membawa butiran pasir halus bertindak sebagai ampelas alami, menghaluskan permukaan retakan hingga tercipta celah setipis pensil yang kita lihat hari ini.

Fenomena ini juga menjelaskan bentuk unik bagian bawah batu yang menyerupai jamur (mushroom rock). Erosi angin bekerja lebih agresif di bagian bawah yang lebih dekat dengan tanah, mengikis pangkal batu dan menyisakan penopang kecil yang ajaibnya mampu menahan beban berat di atasnya.

Kanvas Manusia Purba
Namun, Al Naslaa bukan sekadar cerita tentang batu dan erosi. Ia adalah saksi bisu sejarah manusia. Pada permukaannya yang datar, terdapat petroglyph atau ukiran batu kuno yang menggambarkan kuda, manusia, dan simbol-simbol lain.

Keberadaan seni cadas ini menandakan bahwa ribuan tahun lalu, wilayah Oasis Tayma bukanlah gurun mati, melainkan pusat aktivitas budaya dan jalur perjalanan penting bagi masyarakat kuno. Bagi mereka, Al Naslaa mungkin berfungsi sebagai penanda geografis (landmark) atau tempat bernaung yang sakral.

Pesona Wisata Arab Saudi
Kini, Al Naslaa telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Arab Saudi bagian barat laut, dekat dengan Cagar Alam Al Khanafah. Keunikan formasi batuan ini menarik fotografer, geolog, dan pelancong dari seluruh dunia yang ingin menyaksikan langsung bagaimana alam bekerja dengan presisi yang melampaui teknologi manusia.

Keberadaan Al Naslaa mengajarkan kita untuk merenung: di balik fenomena yang tampak mustahil, sering kali terdapat penjelasan ilmiah yang justru memperlihatkan betapa luar biasanya kekuatan alam semesta.

Apakah Anda tertarik untuk melihat langsung "potongan laser" alami ini dan merasakan sensasi misterius di tengah gurun Tayma?

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close