Breaking News

BUMDes Sejahtera Bersama Cijalingan Sukses Panen Bawang Merah

Sambangdesa.com / Sukabumi - Seringkali, lahan tidur dipandang sebelah mata sebagai aset yang tidak bernilai. Namun, di kaki Gunung Gede Pangrango, sebuah inisiatif desa membuktikan bahwa dengan riset yang tepat dan kerja keras, tanah tandus dapat diubah menjadi lumbung ekonomi baru.

Pada Kamis (01/01/2026), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Bersama di Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, merayakan pencapaian penting: panen raya bawang merah untuk kedua kalinya. Momen ini bukan sekadar rutinitas pertanian, melainkan simbol keberhasilan transformasi ekonomi desa yang dimotori oleh putra daerah.

Dari Skeptisisme Menuju Bukti Nyata
Direktur BUMDes Sejahtera Bersama, Misbahudin, mengakui bahwa perjalanan ini tidak mudah. Saat pertama kali mencetuskan ide menanam bawang merah di lahan yang sebelumnya tidak produktif, ia menghadapi gelombang keraguan. Banyak pihak yang sangsi akan keberhasilan komoditas ini di tanah Cijalingan.

“Menjabat Direktur BUMDes belum terlalu lama, masih seumur jagung. Namun, sebagai putra daerah dan pelaku UMKM, hati saya tergerak untuk membangun desa. Tujuannya agar kita bisa maju, makmur, dan bermanfaat bagi sesama,” ujar Misbahudin di sela-sela kegiatan panen.

Untuk mematahkan keraguan tersebut, Misbahudin tidak bergerak dengan tangan kosong. Ia melakukan riset mendalam dan studi banding (benchmarking) langsung ke Brebes, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai sentra bawang merah terbesar di Indonesia. Ilmu yang didapat dari sana kemudian diadaptasi dengan kondisi tanah di Sukabumi.

Kerja keras itu terbayar lunas. Pada panen perdana tahun 2025, BUMDes berhasil memanen 2,5 ton bawang merah dari modal bibit sebanyak 4 kuintal. Keberhasilan ini menjadi titik balik yang mengubah skeptisisme warga menjadi dukungan penuh.

Memaksimalkan Potensi Demografi
Langkah BUMDes Cijalingan ini dinilai sangat strategis mengingat struktur demografi desa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukabumi tahun 2023, Desa Cijalingan dihuni oleh 9.081 jiwa.

Fakta menariknya, sekitar 70 persen mata pencaharian penduduk di desa ini—yang tersebar di Dusun Cijalingan, Cikareumbi, Cikembang, Cibereum, hingga Cibodas Hilir—berada di sektor pertanian dan perikanan. Sisanya bergerak sebagai buruh harian lepas dan wirausaha.

“Saat dipercaya memimpin, saya langsung meriset bagaimana BUMDes mampu mengolah potensi desa dengan memadukan kekayaan alam dan kearifan lokal. Ini harus bersinergi agar kesejahteraan bisa dirasakan bersama,” tegas Misbahudin.

Mengundang Generasi Petani Milenial
Keberhasilan panen kedua di awal tahun 2026 ini membawa optimisme baru. BUMDes Sejahtera Bersama kini tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada regenerasi petani. Misbahudin secara terbuka mengajak generasi muda Cijalingan untuk terjun ke dunia agribisnis.

Ia menekankan bahwa petani milenial memiliki peluang besar untuk sukses, terutama dengan dukungan penuh dari BUMDes.

“Saya mengajak dan mengimbau seluruh petani untuk bertanam bawang merah. Insyaallah BUMDes siap memfasilitasi, mulai dari bibit, pendampingan proses tanam, hingga pembelian hasil panen. Kami sudah membuktikan hasilnya bagus dan keuntungannya jelas,” ungkapnya.

Visi jangka panjangnya adalah menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul dan berbudaya, tetapi juga mandiri secara ekonomi melalui pertanian modern yang berkah.

Transformasi yang terjadi di Desa Cijalingan memberikan pelajaran berharga: inovasi tidak selalu harus berupa teknologi canggih, tetapi bisa dimulai dari keberanian mengolah apa yang sudah tersedia di depan mata. Dengan mengubah lahan tidur menjadi produktif, BUMDes Sejahtera Bersama telah meletakkan dasar kuat bagi ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi desa.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close