Sambangdesa.com / Rokan Hulu - Di tengah belantara Riau, tersembunyi sebuah orkestra alam yang tak pernah tidur. Jauh dari hiruk pikuk pembangunan kota, suara gemuruh air yang memecah keheningan hutan lindung menawarkan pelarian bagi jiwa yang lelah.
Bagi para pencari ketenangan, Air Terjun Aek Martua di Kabupaten Rokan Hulu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah perjalanan spiritual menyatu dengan alam. Terletak di Dusun Huta Padang, Kecamatan Bangun Purba, kawasan ini menyuguhkan bentang alam yang masih murni, seolah waktu berhenti di kaki Bukit Barisan.
Nama "Aek Martua" sendiri memiliki makna mendalam. Diambil dari bahasa suku Batak Mandailing yang bermukim di sekitar kawasan tersebut, nama ini secara harfiah berarti "Air Bertuah". Warga lokal percaya dan menjaga kesucian sumber air ini, menjadikannya nadi kehidupan bagi ekosistem di sekitarnya.
Tiga Tingkatan "Tangga Seribu
Keunikan utama yang menjadikan Air Terjun Aek Martua sebagai primadona wisata Rokan Hulu adalah struktur geografisnya yang istimewa. Air terjun ini memiliki tiga tingkatan berbeda, sehingga kerap dijuluki sebagai "Air Terjun Tangga Seribu".
Setiap tingkatan menawarkan pengalaman yang berbeda. Pada tingkatan pertama, pengunjung disambut hamparan bebatuan cadas luas, tempat yang sempurna untuk sekadar bermain air. Naik ke tingkatan kedua, terdapat kolam alami seluas kurang lebih 250 meter persegi. Di sini, wisatawan dapat berendam menikmati kesegaran air yang bersumber langsung dari Bukit Simalombu.
Bagi mereka yang berjiwa petualang dan memiliki stamina prima, tingkatan ketiga adalah tantangan sesungguhnya. Dengan ketinggian mencapai 40 meter, akses menuju titik ini memerlukan keahlian memanjat dan kewaspadaan ekstra. Namun, pemandangan dramatis dari ketinggian, dikelilingi vegetasi hutan hujan tropis yang rimbun, menjadi bayaran setimpal atas usaha keras tersebut.
Sebuah Petualangan Menembus Hutan
Perjalanan menuju Aek Martua adalah sebuah petualangan tersendiri. Berjarak sekitar 45,8 kilometer dari pusat Kabupaten Rokan Hulu, pengunjung dapat menggunakan kendaraan menuju Simpang Tangun. Namun, petualangan sesungguhnya dimulai tepat di pintu masuk.
Wisatawan harus melintasi jembatan gantung yang membentang di atas sungai, sebuah gerbang pembuka menuju alam liar. Selanjutnya, dibutuhkan *trekking* menyusuri jalan setapak dan menembus hutan lindung sejauh beberapa kilometer.
Meski medan yang dilalui cukup menguras tenaga dengan tanjakan dan turunan curam, perjalanan selama 30 hingga 60 menit ini jauh dari kata membosankan. Sepanjang jalur trekking, pengunjung ditemani oleh kanopi pepohonan hijau dan, jika beruntung, dapat melihat satwa liar seperti kera dan burung endemik yang hidup bebas di habitat aslinya.
Wisata Terjangkau yang Bernilai Tinggi
Menikmati keindahan alam yang spektakuler ini tidak memerlukan biaya mahal. Tiket masuk dibanderol sangat terjangkau, yakni Rp5.000 per orang. Bagi pengunjung yang membawa sepeda motor, dikenakan tarif parkir sebesar Rp25.000 serta biaya kebersihan Rp5.000.
Kawasan wisata ini terbuka selama 24 jam, memberikan fleksibilitas bagi pengunjung. Namun, sangat disarankan untuk datang saat hari masih terang demi keamanan selama perjalanan trekking. Pengunjung juga diimbau untuk menggunakan alas kaki yang kuat dan tidak licin, serta membawa perbekalan air minum yang cukup.
Menjaga Warisan Alam
Keasrian Air Terjun Aek Martua adalah tanggung jawab bersama. Pengunjung diharapkan untuk tidak meninggalkan jejak selain jejak kaki. Membawa kembali sampah pribadi adalah aturan tak tertulis yang wajib dipatuhi demi menjaga kelestarian hutan lindung ini.
Air Terjun Aek Martua menawarkan lebih dari sekadar pemandangan; ia menawarkan kesegaran bagi tubuh dan pikiran. Di tengah dinginnya air pegunungan dan hembusan angin hutan, kita diingatkan kembali akan keagungan alam Indonesia yang harus terus dijaga.
Apakah Anda siap menaklukkan jalur pendakian dan merasakan sendiri "tuah" dari air terjun kebanggaan Rokan Hulu ini?
Social Footer