![]() |
| Musyawarah Desa Bantal membahas laporan BUMDes 2025 dan rencana pengembangan wisata Samir Rafting. Fokus pada transparansi dan penguatan ekonomi masyarakat. / Foto: Zainul |
Musyawarah ini dimulai pukul 20.00 WIB dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk anggota BPD, perangkat desa, pengurus BUMDes, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perwakilan lembaga desa. Agenda utama Musdes adalah laporan pertanggungjawaban BUMDes Tahun Anggaran 2025 serta pembahasan rencana kerja tahun 2026.
Musdes dibuka secara resmi oleh Ketua BPD Desa Bantal, Hepi Widarto, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan BUMDes. Ia menyebut bahwa BUMDes sebagai pilar penguatan ekonomi desa harus dikelola dengan profesional agar membawa dampak positif bagi masyarakat.
Camat Asembagus, Faishol Afandi, SH, yang hadir dalam acara tersebut, juga memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Desa Bantal dan pengurus BUMDes dalam membangun usaha desa. Meski pada tahun 2025 masih berada pada tahap pengembangan dan investasi, ia optimistis usaha-usaha yang dirintis akan membuahkan hasil di masa depan.
Pendamping Desa, Zainul Arifin, SH, turut memberikan pengarahan terkait tata kelola BUMDes. Ia menyoroti pentingnya penguatan manajemen usaha, perencanaan berkelanjutan, dan pemanfaatan potensi lokal desa untuk mendukung keberhasilan program BUMDes.
Direktur BUMDes Bantal Mandiri, Puryadi, memaparkan laporan pertanggungjawaban untuk Tahun Anggaran 2025. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa fokus utama BUMDes di tahun tersebut adalah proses pembangunan unit usaha dan investasi. Salah satu proyek utama adalah pembangunan sarana dan prasarana untuk wisata arung jeram Samir Rafting. Selain itu, BUMDes juga mengelola usaha perkebunan tebu dan program ketahanan pangan melalui penanaman jagung.
Namun, Puryadi mengakui bahwa usaha yang dilakukan pada tahun 2025 belum menghasilkan keuntungan, mengingat sebagian besar anggaran masih difokuskan untuk investasi. "Kami masih dalam tahap pengembangan. Namun, kami optimistis langkah ini akan memberikan hasil positif di tahun-tahun mendatang," ungkapnya.
Dalam paparan rencana kerja untuk tahun 2026, Puryadi menjelaskan bahwa pengembangan unit usaha wisata Samir Rafting akan menjadi salah satu program unggulan. Ia berharap langkah ini dapat mendorong peningkatan pendapatan desa, menciptakan lapangan kerja baru, dan menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
Puryadi juga mengungkapkan pentingnya dukungan dari masyarakat untuk memastikan keberhasilan program ini. "Kami membutuhkan kolaborasi dari seluruh warga desa, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk menarik wisatawan," tambahnya.
Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi bagian penting dari Musdes. Warga memberikan berbagai masukan untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan BUMDes ke depan. Salah satunya datang dari Mardi Untung, warga Kampung Selatan, yang menyoroti pentingnya kebersihan lingkungan di sekitar wisata Samir Rafting. Ia menegaskan bahwa sampah-sampah di sekitar sungai harus dibersihkan, dan warga perlu diberikan edukasi untuk tidak lagi membuang limbah ke sungai.
Masukan lain datang dari Arifin, salah satu peserta Musdes, yang menyatakan bahwa usaha-usaha BUMDes selama ini sudah baik dan tinggal menunggu hasil. Ia juga mendukung rencana pengembangan wisata desa sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Musdes ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan. Melalui Musdes ini, diharapkan pengelolaan BUMDes Bantal Mandiri semakin transparan, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua BPD Hepi Widarto menyampaikan harapan agar BUMDes terus menjadi motor penggerak pembangunan desa. "Kita semua berharap bahwa program-program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Desa Bantal," pungkasnya.
Musyawarah Desa Pertanggungjawaban BUMDes Bantal Mandiri menjadi langkah penting dalam memastikan transparansi dan keberlanjutan usaha desa. Dengan fokus pada pengembangan wisata Samir Rafting dan program berbasis potensi lokal, BUMDes Bantal Mandiri memiliki peluang besar untuk menjadi pilar penggerak ekonomi desa.
Namun, keberhasilan ini memerlukan dukungan penuh dari masyarakat, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan kolaborasi yang baik, Desa Bantal diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

Social Footer